logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 10 Mei 2004 WACANA
Line

SURAT PEMBACA

Mohon Perhatian Pendidikan di Tegal

Tegal merupakan kota ramai, padat serta menempati predikat ketiga nasional di bidang investasi. Hal tersebut merupakan daya tarik tersendiri bagi investor. Kota tercinta ini pada tanggal 12 April 2004 lalu genap berusia 424. Usia kota yang tergolong tua dan banyak sejarah yang terukir di dalamnya.

Sayang tidak ada referensi tentang sejarah Tegal dan di perpustakaan pun sebatas yang saya tahu hanya ada di daerah Slawi. Untuk Wali Kota Adi Winarso SSos yang terpilih kembali, mohon perhatian tentang pendidikan warganya.

Realita di masyarakat menginginkan adanya perubahan bukan hanya masalah pembangunan dan investasi yang semakin besar, tetapi juga terfokus pada masalah pendidikan. Sebab pendidikan merupakan bekal yang diperoleh untuk persaingan kerja, walau pendidikan tidak hanya diperoleh dari sekolah saja.

Pengetahuan dapat diperoleh lewat diskusi, serninar atau kajian pustaka (bedah buku) dengan fasilitas yang memadai. Seperti perpustakaan di tengah kota Tegal yang dikelilingi oleh taman yang nyaman sehingga kejenuhan masyarakat dapat dikurangi. Taman di perpustakaan dapat dilengkapi panggung hiburan terutama panggung kesenian.

Memang saat ini Tegal merupakan kota kesenian yang mulai diperhitungkan. Perpustakaan akan membuat antusias masyarakat semakin tinggi,. Pengetahuan akan selalu berkembang seiring peningkatan pembangunan, industri dan tehnologi.

Fajri Mufid Ch
Mindaka Rt 3/Rw 3, Tegal

***

Penertiban PKL

Persoalan PKL di mana pun serba rumit. Ditertibkan membawa masalah, kalau tidak makin merajalela. Pemkot Sekarang sudah susah payah mengambil langkah menertibkan, tetapi masih belum tuntas bahkan terkesan belum berhasil.

Pangkal awalnya adalah kurang disiplin petugas dalam melaksanakan penertiban. Contoh PKL di Jl Kartini yang semula ditertibkan. Mereka hanya diperbolehkan jualan di sepanjang Jl Kartini mulai dari Barito s.d jembatan. Sedangkan selatan jembatan s.d Jl Dr.Cipto dilarang. Untuk beberapa hari berhasil baik di tempat tersebut. bebas PKL.

Tetapi selang beberapa hari sudah mulai muncul lagi dan hal ini dibiarkan petugas. Dua tiga hari berikutnya muncul beberapa orang, juga dibiarkan. Akhirnya dapat dilihat sekarang keadaan Jl Kartini penuh sesak PKL yang semrawut tidak teratur dan jorok.

Untuk menggusur sudah tentu sukar karena sudah terlanjur berkembang biak. Tempat-tempat yang rawan PKL/lahan yang dilarang hendaknya dijaga dengan kedisplinan petugas yang berwenang untuk tidak memberi peluang seperti yang terjadi di Jl Kartini dan di t empat lain.

Oentoeng Soetjipto
Jl Rejomlyo IV/17, Semarang

***

Andaikan Dokter Datang Lebih Cepat

Saya suami dari Tri Comsyah pasien no registrasi 0257911 di RS Telogorejo Semarang. Saya kecewa atas kinerja oknum perawat dan dokternya, mengapa dalam penanganan pasien terasa tidak cepat dan tidak tanggap melayani pasien yang akan melahirkan dari pukul 24.30 s.d 04.00 WIB.

Dokter belum datang, padahal istri saya pada posisi sangat lemah, apalagi dokter tahu posisi pasien kurang baik karena bayinya nyungsang. Karena keterlambatan dokter akhirnya anak yang saya tunggu-tunggu tidak bisa tertolong. Harapan saya tinggal harapan...

Sampai kapan lagi saya harus menunggu, berapa tahun lagi akan mendapatkan keturunan. Mohon dokter mau menjelaskan apa sebabnya anak saya meninggal. Katakan sejujurnya.

Agus Krisdiyono
Mugas Dlm III/4, Semarang

***

Jeritan Hati Warga Ungaran

Saya tinggal di Perumahan Gedang Asri Ungaran menyampaikan sesuatu yang dirasa kurang masuk akal, mengapa? Ungaran yang terkenal dengan sumber airnya, tapi ternyata warganya sendiri sering kekurangan air. Bahkan boleh dikata sering kekeringan walau musim hujan.

Saat saya baru masuk daerah Ungaran airnya boleh dikata lancar mengalir setiap hari. Namun sejak PDAM mengeluarkan pemberitahuan (November 2003) yang intinya karena musim kemarau, debit air berkurang maka air mengalir dua hari sekali. Logikanya setelah musim hujan akan kembali normal.

Tapi sampai musim hujan datang kebijakan mengalir dua hari sekali terus berlanjut. Di daerah Jl Gedang Raja Raya, Gedang Raja III, V, VI sering tidak kebagian air, walau ditunggu-tunggu warga setiap dua hari sekali.

Ibu-ibu yang sudah menunggu dengan sekeranjang pakaian kotor, alat-alat dapur, badan kotor, akhirnya hanya mengelus dada. Beginikah hidup di Ungaran, daerah yang dikatakan sebagai sumber air? Sampai kapankah nasib ini akan berakhir. Apakah seperti pepatah tikus mati di lumbung padi?.

Melalui Surat Pembaca ini kiranya para pejabat di PDAM dan jajaran Pemkab tergugah dan tergerak hatinya untuk ikut merasakan bagaimana seandainya hal ini terjadi di tempat beliau. Orang kecil selalu diingatkan membayar PDAM tepat waktu dan akan didenda bahkan diputus jika tidak bayar selama beberapa bulan. Tapi ternyata pihak PDAM sendiri tidak bisa memenuhi kewajibannya. Bila komplain, jawaban yang muncul selalu klasik yaitu, mesin rusak, debit air menurun, petugas ganti. Apa arti semboyan Ungaran Serasi bila keadaan seperti ini terus-menerus. ? Di manakah letak keserasiannya.

Kesedihan dan jeritan hati ini bertambah lagi bila melihat setiap hari, setiap saat tangki-tangki air minum berlalu-lalang mengangkut air dari Gunung Ungaran untuk didrop ke daerah lain. Sementara warga Ungaran sendiri tidak bisa menikmati sumber airnya. Tolong berikan jawaban kongkret, bukan hanya kata-kata.

Drs Darso
Jl Gedang Raja V/72 A Gedang Asri, Ungaran

***

Program "HALObebas" Menipu Konsumen

Sebagai pelanggan yang melakukan proses migrasi dari kartu prabayar 'simPATI" ke pascabayar "kartuHALO" dengan program "HALObebas"-nya, saya telah banyak dirugikan oleh pihak PT Telkomsel. Sebagai perusahaan telekomunikasi bonafid, telah bertindak tidak profesional.

Berawal saat permohonan aplikasi migrasi yang disetujui PT Telkomsel. Setelah saya datang ke GraPARI beberapa waktu lalu untuk mengaktifkan kartuHALO dan menyerahkan kartu simPATI, saya disuruh menunggu selama 2x24 jam. Padahal saat mengisi formulir aplikasi perjanjian masa aktivasi hanya 1x24 jam.

Namun setelah menunggu lebih dari 2x24 jam, kartuHALO saya tidak kunjung aktif juga. Saya hubungi Telkomsel melalui "Caroline Telkomsel" dan GraPARI, tetapi hanya disuruh menunggu, bersabar dan menunggu lagi. Alasannya, jaringan sistemnya yang sedang off-line, antrian proses migrasi panjang dan sebagainya.

Namun dari beberapa operator "Caroline Telkomsel" dan customer service "GraPARI", saya mendapatkan informasi yang cenderung tidak konsisten dan melakukan pembelaan dengan mengabaikan kenyamanan yang seharusnya didapatkan oleh konsumen.

PT Telkomsel tidak melakukan antisipasi dan pembenahan sistem. Mereka ternyata hanya melakukan pembodohan terhadap publik. Sampai dengan tanggal 26 April 2004, kartuHALO saya belum dapat aktif juga.

Koesno Mangundihardjo
Jl Godang Timur I/40 Bulusan, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA