SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Sabtu, 08 Mei 2004

- Pernyataan menarik disampaikan oleh peneliti CSIS J Kristiadi di sela-sela sebuah seminar di Semarang, baru-baru ini. Menurut pendapat dia, sifat-sifat paternalistik dan primordial masih akan menjadi warna dominan dalam pemilihan umum presiden, Juli mendatang. Memang tidak akan terpilih presiden yang ideal dalam negara demokrasi kecuali bangsa itu beruntung. Namun paling tidak, ada institusi ideal yang bisa menyeleksi pemimpin rakyat.

 

- Kondisi sebelum dan sesudah pemilihan umum tahap pertama 5 April, cukup aman dan tenang. Tidak ada lagi gangguan keamanan yang berarti. Masa kampanye yang semula dikhawatirkan akan menimbulkan konflik dan kekerasan ternyata justru agak sepi. Sampai penghitungan suara pemilu dilakukan pun tak ada gangguan berarti kecuali protes aliansi parpol terhadap berbagai kekurangan dalam pelaksanaan teknis pemilu.

KALAU pemikiran dan prinsipnya selalu mudah diterima akal normatif bukanlah Gus Dur namanya. Ada tiga manuver politik yang dilakukan Gus Dur menyikapi proses pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2004 yang dipahami oleh orang awam sebagai sikap yang irasional. Pertama, menolak hasil pemilu legislatif bersama 18 partai politik.Kedua, bersikeras maju menjadi calon presiden.

REFORMASI perpajakan jilid IV segera digulirkan pemerintah. Awal Mei ini, tiga draf RUU Perpajakan diajukan ke Sekretariat Negara untuk selanjutnya dibahas di DPR. Amandemen terhadap paket perpajakan tahun 2000 itu meliputi Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), Undang-Undang Pajak Penghasilan (PPh), dan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Sudah begitu banyak kritikan dan masukan yang diberikan para pakar pendidikan tentang standar kelulusan UAN yang dirasakan tidak rasional. Bahkan banyak pula yang mengancam demo. Standar kelulusan yang dipatok pemerintah 4,01 jelas tidak realistis.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA