| Sabtu, 08 Mei 2004 | PEMILU 2004 |
PPP Hormati Pilihan Hasyim MuzadiJAKARTA- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghormati pilihan KH Hasyim Muzadi yang menjadi calon wakil presiden (cawapres) berpasangan dengan calon presiden (capres) Megawati Soekarnoputri, karena hal itu merupakan hak pribadi. ''Tentang bagaimana komposisi duet tersebut, masalahnya akan diuji dalam Pemilu Eksekutif 5 Juli mendatang,'' ungkap Sekretaris DPP PPP Drs Lukman Hakim Syaifudin menjawab pers di Jakarta, Jumat kemarin. Di tempat terpisah, Penasihat Fraksi PDI-P DPR Suparlan SH menilai, duet Megawati Soekarnoputri dan KH Hasyim Muzadi merupakan pasangan yang sangat pas dan ideal dalam rangka membangun pemerintahan yang kuat. Sebab, kedua pemimpin ini berkomitmen tinggi terhadap pemeberantasan KKN agar bangsa Indonesia keluar dari krisis ekonomi. Lukman Hakim menjelaskan, warga NU sudah terlatih dalam menentukan pilihan politiknya sehingga bagi warga nahdliyyin tidak masalah ketika KH Hasyim Muzadi menjadi cawapres. ''Warga bisa membedakan Pak Hasyim sebagai Ketua PBNU dan cawapres. Artinya, ketika dia jadi cawapres tentunya tak lagi jadi Ketua Umum PBNU,'' ujarnya. Dia berpendapat, penyaluran politik warga NU selama ini sudah menyebar ke berbagai partai politik, seperti PPP, PKB, Partai Golkar, dan PDI-P. ''Dengan demikian, sebenarnya orang NU yang belum mempunyai pilihan tetap atau yang pindah-pindah suaranya itu kecil. Sebagian besar sudah mempunyai pilihan tetap.'' Sementara itu Suparlan SH berpendapat, duet Mega-Hasyim sangat dibutuhkan oleh kultur masyarakat Indonesia yang umumnya berasal dari kalangan NU dan PDI-P atau nasionalis. ''Karena itu, sangatlah pantas jika pasangan ini memenangi Pemilu Eksekutif 5 Juli mendatang. Karena Megawati dan Hasyim Muzadi merupakan perwakilan dari rakyat miskin Indonesia yang umumnya dari kalangan NU dan PDI-P,'' paparnya.(nas-87j) |