| Sabtu, 08 Mei 2004 | PEMILU 2004 |
Terbentuk Komite Pendukung SBYKEBUMEN- Komite independen pendukung Susilo Bambang Yudhoyono 2004 (KIPS 2004) dideklarasikan, Kamis sore (6/5) di Jetis, Kutosari, Kebumen. Komite itu beranggotakan lintas partai dan diketuai Gatot Edi Basuki ST SSos MSi. Deklarasi di rumah Ketua Dewan Penasihat DPC Partai Demokrat Kebumen Imam Subarkah itu dihadiri utusan beberapa partai, purnawirawan TNI dan polri, pengusaha, pedagang, petani, serta seniman. Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Ambartoni Sunu Handoyo, komite itu berasal dari berbagai aliran, partai, dan unsur di masyarakat. Ada petani, ulama, profesional, pemuda, dan ibu-ibu. Mereka bertugas menyukseskan pencalonan SBY sebagai presiden pada pemilihan 5 Juli. Dengan sasaran semua lapisan masyarakat yang memiliki hak pilih dan bersimpati kepada SBY serta memedulikan Indonesia baru yang mantap, aman, dan sejahtera. Gatot Edi Basuki mengaku bangga dipercaya menjadi ketua komite. Meski pegawai negeri sipil, dia siap mengemban tugas. Sebab lembaga itu bukan partai melainkan semacam lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang beranggotakan berbagai elemen masyarakat. Dia mengajak segenap simpatisan dan pendukung SBY bekerja keras untuk memenangkan calon presiden itu secara simpatik, santun, dan terus menjalin persahabatan serta persatuan demi kemajuan daerah dan nasional. ''Ayo sejak sekarang kita bekerja keras menyosialisasikan SBY. Apa visi dan misinya bagi bangsa dan negara serta peluang beliau membawa Indonesia lebih aman dan sejahtera,'' kata lulusan S2 Unsoed Purwokerto itu. Jangan Menjanjikan Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat Partai Demokrat Imam Subarkah mengharapkan komite bisa bekerja keras, mau turun ke bawah, mendengar dan menyerap aspirasi wong cilik sampai ke pelosok desa. Dia berpesan para anggota bekerja penuh idealisme. ''Jangan menjanjikan apa pun kepada konstituen atau rakyat. Beri pemahaman siapa SBY dan apa motivasi beliau maju menjadi calon presiden dengan bahasa gampang.'' Menurut dia, kondisi bangsa dan negara Indonesia yang makin terpuruk di bidang sosial, ekonomi dan budaya harus segera diakhiri. Sebab pengangguran makin banyak, perekonomian merosot, dan pendidikan mahal. Bahkan negara yang dikenal adil makmur ini sekarang tertinggal dari negara Asia yang dulu mengungsi ke Indonesia, yakni Vietnam. ''Negara ini harus segera diselamatkan oleh pemimpin yang mumpuni. Kasihan anak cucu kita bakal makin menanggung beban berat.'' Secara terpisah Suwarsono Adi sebagai Ketua Tim Sukses Gabungan mengatakan, selain pembentukan tim independen DPC juga membentuk tim sukses secara struktural. (B3-83) |