logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 08 Mei 2004 PEMILU 2004
Line

Capres-Cawapres Perlu Tobat Nasional

  • Banyak Sakiti Hati Rakyat

SOLO- Lantaran banyak berbuat dosa kepada rakyat, seluruh calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) RI yang bakal maju ke bursa pencalonan harus melakukan tobat nasional. Ketua PBR (Partai Bintang Reformasi) Zaenal Ma'arif SH mengimbau seluruh capres maupun cawapres menyampaikan permintaan maafnya. Tidak hanya kepada seluruh rakyat, permintaan maaf juga harus dilakukan masing-masing terhadap Tuhan.

"Seluruh capres dan cawapres yang akan maju saat ini, tidak satupun yang benar-benar baik. Semua pernah punya dosa, tidak hanya kepada rakyat tapi juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena itu, perlu dilakukan tobat nasional," kata Zaenal saat berada di Solo, Jumat (7/5) kemarin.

Bakal caleg DPR RI dari daerah pemilihan Medan, Sumatera Utara ini mengatakan, seluruh capres maupun cawapres memiliki kelemahan. Meski manusiawi, namun bagi proses keberlangsungan pemerintahan ke depan diperlukan kebesaran jiwa masing-masing.

"Terlalu banyak rakyat yang disakiti, karena itu saya jadi terinspirasi dengan tobat nasional seperti yang disarankan Ketua MPR RI kita Prof Dr HM Amien Rais MA sekitar tahun 1996 - 1997 lalu. Saat itu, Pak Amien menyarankan pemimpin bangsa melakukan tobat nasional. Tapi kenapa sekarang tidak lagi?" ujar Zaenal.

Bila imbauan tersebut tidak dilaksanakan, Zaenal menyarankan agar rakyat tidak memilih pada pemilu presiden 5 Juli mendatang. Secara tidak langsung, sikap tersebut menunjukkan tidak adanya empaty atas penderitaan rakyat selama ini.

"Kalau para capres dan cawapres tersebut tidak meminta maaf kepada masyarakat, maka jangan kita pilih. Sebab, bila proses pembangunan bangsa tidak dilandasi dengan ketulusan dan introspeksi diri, kami khawatir pemerintahan nanti tidak akan lebih baik dari sekarang," kata Zaenal.

Oposisi

Terkait dengan sinyalemen yang menyatakan PBR akan menjalin koalisi dengan PD, PBB dan PKPI, Zaenal dengan tegas membantah. Adapun keterlibatan Sekjen PBR Ade Nasution dalam forum tersebut, Zaenal menyatakan hanya dalam kapasitas pribadi.

Jajaran pimpinan DPP PBR akan mengundang khusus Ade Nasution, untuk mengklarifikasi kebenaran perkataannya sebagaimana dikutip capres Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Kaitannya dengan kecerobohan, bukan kebohongan SBY, itu bukan representasi dari PBR. Kita akan mengundang Ade Nasution untuk memberikan laporan pertanggungjawaban atas pernyataan yang disampaikan SBY, apakah itu pendapat dia pribadi ataukah bukan."

Sebab sesuai rapat DPP PBR dua hari sebelumnya (5/5), PBR tidak akan mendukung siapapun dalam pencalonan presiden maupun wapres. Namun demikian, PBR tidak menutup kemungkinan akan mencalonkan presiden maupun wapres alternatif dari seluruh calon yang ada saat ini. (G13-83)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA