| Sabtu, 08 Mei 2004 | PANTURA |
Dulatif Masih Dikejar PolisiPEMALANG - Penyebab kematian Rinto (30), warga Dukuh Simaling, Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Pemalang hingga kini belum terungkap. Saksi kunci, Dulatif (30), masih terus dicari tempat persembunyiannya oleh polisi. ''Kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Nanti setelah Dulatif tertangkap kemungkinan besar kasus ini bisa terungkap. Kami masih mengejarnya,'' kata Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP kamsah Bessy, kemarin. Seperti diberitakan, Rinto ditemukan tewas di hutan Lenggerong, Kecamatan Bantarbolang, Selasa lalu. Rinto dicurigai menjadi korban pembunuhan karena tubuhnya penuh luka, antara lain di perut, punggung, kepala belakang, dan paha. Mayat Rinto kali pertama diketahui tanpa identitas oleh seorang pengendara sepeda motor yang hendak kencing. Hal itu lalu dilaporkan kepada seorang mandor Perhutani dan diteruskan ke Polres. Identitasnya baru diketahui setelah istrinya Ririh Setiati (21) melapor ke Polres. Kamsah menyebutkan, sebelum tewas korban yang sehari-hari menjadi tukang ojek di Bulakan itu sedang mempunyai persoalan keluarga. Dia pisah ranjang dengan istrinya selama dua bulan. Adapun kekasih Rinto diketahui bernama Puji (22) warga Bojongbata, Kecamatan Pemalang kota. Pada hari terakhir (Minggu 2/5) pukul 06.00 korban keluar rumah bersama Dulatif. Kepada istrinya, Rinto mengaku hendak mengambil pakaian di rumah Puji. Namun, Senin (3/5) pukul 04.00 Dulatif pulang sendirian sambil mengembalikan motor milik korban.(sf-17e) |