| Sabtu, 08 Mei 2004 | WACANA |
Tajuk RencanaJangan Ada Lagi Gangguan Keamanan- Kondisi sebelum dan sesudah pemilihan umum tahap pertama 5 April, cukup aman dan tenang. Tidak ada lagi gangguan keamanan yang berarti. Masa kampanye yang semula dikhawatirkan akan menimbulkan konflik dan kekerasan ternyata justru agak sepi. Sampai penghitungan suara pemilu dilakukan pun tak ada gangguan berarti kecuali protes aliansi parpol terhadap berbagai kekurangan dalam pelaksanaan teknis pemilu. Namun situasi yang cukup tenang dan memberikan iklim kondusif bagi dunia bisnis itu harus mengalami lagi guncangan ketika terjadi kerusuhan di Ambon dan tindakan brutal yang dilakukan oknum aparat kepolisian terhadap mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, baru-baru ini. Ditambah lagi ledakan bom di Pakanbaru. - Kita menyayangkan berbagai kejadian itu karena pada akhirnya berdampak buruk bagi perekonomian. Kendati secara makro stabilitas ekonomi masih terjaga dengan baik, sentimen negatif segera terjadi di bursa saham ataupun pasar uang. Respons itu wajar karena memang pelaku pasar amat sensitif menanggapi setiap perkembangan yang terjadi. Dibayangi oleh gangguan keamanan, sekarang banyak investor yang mengobral saham yang mengkibatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta merosot, sementara itu kurs rupiah tertekan. IHSG melemah 11,96 poin pada Kamis dan berada pada level sekitar 760. Berarti selama sepekan terjadi penurunan rata-rata 10 poin. Padahal sebelumnya sudah mampu menembus 800. - Kurs rupiah juga sedikit melemah. Sebelumnya masih berada pada posisi Rp 8.690 per dolar AS dan sekarang sudah Rp 8.700 per dolar AS. Tentu faktor penyebab menurunnya indeks saham dan melemahnya kurs rupiah tidak hanya satu. Ada masalah eksternal, ada pula masalah internal. Namun yang jelas, kalangan analis yakin pengaruh gangguan keamanan belakangan ini cukup besar. Dan itu sudah bisa diperkirakan dengan melihat pengalaman sebelumnya. Dampak psikologis akibat berbagai peristiwa itu relatif dirasakan sehingga aksi jual dan aksi beli di pasar sangat bergantung pada faktor-faktor tersebut. Dampak lain yang berpotensi menggoyang kestabilan makro adalah tekanan terhadap inflasi dan kecenderungan naiknya bunga bank. - Kita semua berkepentingan terhadap masalah-masalah ini. Alangkah sayang bila kestabilan makro yang sudah cukup lama terjaga harus goyah kembali. Akan butuh waktu lama untuk melakukan recovery karena semua yang terjadi di pasar menyangkut kepercayaan. Sekali kepercayaan mulai terganggu maka sentimen negatif akan terjadi. Sebaliknya bila kepercayaan terjaga, kondisi pasar biasanya aman-aman saja. Persepsi investor akan makin baik sehingga indeks saham dan kurs rupiah yang menjadi indikator penting melihat fluktuasi pasar akan tetap stabil. Yang menjadi soal, bagaimana dengan masa-masa berikutnya, terutama menjelang pemilihan presiden 5 Juli mendatang. Apakah situasi akan bertambah panas dan terjadi lagi gangguan keamanan yang lebih besar? - Sangatlah diharapkan antisipasi cepat dari aparat keamanan dan aparat hukum seperti kepolisian. Tindakan cepat mencopot pejabat yang bertanggung jawab dalam peristiwa di kampus UMI Makassar sudah tepat dan perlu segera ditindaklanjuti dengan proses hukum. Sementara itu aksi mahasiswa mengecam peristiwa itu tak perlu dibesar-besarkan dan diperlama lagi mengingat sudah ada tindakan tegas dari pimpinan Polri. Demikian juga kerusuhan Ambon dan peristiwa ledakan di Pakanbaru. Semua butuh kepastian segera tentang apa sebenarnya yang terjadi dan langkah apa yang dilakukan untuk segera meredam dan mengatasi masalah. Kalau benar ini terkait dengan politik menjelang pemilihan presiden (pilpres) tentu amat disesalkan. - Seharusnya rivalitas politik yang makin tajam tak perlu menimbulkan dampak sosial dan keamanan. Terlalu mahal harga yang harus dibayar kalau kita harus mengalami lagi guncangan terutama pada ekonomi. Belum lama keadaan pulih. Bahkan upaya pemulihan itu masih terus berproses karena belum selesai secara keseluruhan. Dibutuhkan iklim yang tetap kondusif dan itu berarti tidak adanya gangguan keamanan. Menyadari hal ini para elite politik dan pimpinan parpol diminta untuk benar-benar dapat mengendalikan massanya. Demikian juga kesiapsiagaan aparat keamanan yang diharapkan bisa bersikap netral dalam pemilu. Dengan begitu, kita, khususnya pelaku pasar, tak perlu cemas akan munculnya gangguan keamanan yang lebih besar. |