| Sabtu, 08 Mei 2004 | NASIONAL |
Duet SBY-Kalla Dideklarasikan 10 Mei
JAKARTA- Partai Demokrat akan mendeklarasikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla (JK) sebagai pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Senin (10/5) di Jakarta. Setelah pendeklarasian, duet mantan menteri koordinator (menko) Kabinet Gotong Royong tersebut akan didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kepastian itu diungkapkan SBY dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Prof Dr Subur Budhisantoso secara terpisah, Kamis dan Jumat kemarin. Budhisantoso di sela-sela rapat pimpinan (rapim) paripurna PD di Hotel Garden Palace Surabaya, Jumat (7/5), mengungkapkan, rapim yang akan berlangsung hingga Sabtu (8/5) ini akan mengukuhkan SBY dan JK sebagai pasangan capres dan cawapres. "Rapim Jumat siang ini dilangsungkan prosesi lamaran dari PD terhadap kedua mempelai capres dan cawapres SBY dan JK. Pada sidang pertamanya, dibahas kriteria capres, sekilas lintas figur capres-cawapres, serta pengajuan calon," ungkapnya. Setelah rapat mengukuhkan pencalonan keduanya, pimpinan partai mendatangi SBY dan JK di kamar mereka masing-masing untuk menyampaikan lamaran resmi. Dan setelah lamaran tersebut diterima, pimpinan partai secara resmi mengumumkan pencalonan mereka sebagai capres dan cawapres. "Setelah rapim, SBY dan JK akan melakukan deklarasi politik secara formal di Jakarta pada 10 Mei mendatang," jelasnya. SBY yang malam hari sebelumnya mengadakan pertemuan dengan JK dan sejumlah tokoh serta pimpinan partai politik di Hotel Grand Mahakam Kebayoran Baru Jakarta mengemukakan, pada saat pendeklarasian itu dirinya dan JK akan menyampaikan platform perjuangan apabila mereka terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. "Pertemuan malam hari ini untuk membahas dan mempersiapakan visi, misi, dan program kami berdua untuk diserahkan ke KPU pada 10 Mei," ungkapnya. SBY menegaskan, platform yang disusun untuk kampanye mereka berdua harus dapat menjawab permasalahan yang dihadapi bangsa."Saat kampanye nanti akan kami komunikasikan hal itu pada publik serta didebatkan dengan kandidiat lain agar rakyat bisa menentukan solusi seperti apa yang diinginkan," papar SBY yang sebelumnya bertemu cendekiawan muslim Dr Nurcholis Madjid untuk meminta izin menggunakan 10 platform yang ditawarkan Cak Nur saat dicalonkan sebagai presiden beberapa bulan lalu. (A20-88j) | ||||