| Sabtu, 08 Mei 2004 | MURIA |
Pameran Benda Cagar Wahana Pelajar Kenali BudayaSEBUAH pameran keliling budaya tulis dan benda cagar budaya kemarin digelar di Blora selama lima hari (5-9 April). Bertempat di gedung Sasana Bhakti, sejumlah benda bersejarah, mulai dari peninggalan zaman masuknya Hindu dan Buddha hingga masuknya Islam di Indonesia, dipajang di arena pameran. Sebut saja prasasti Lingga Semu, penanggalan kayu (kolenjer), naskah lontar surat Rengganis, prasasti Tukmas, dan lain-lain. Karena itu tak heran jika pameran dari hasil kerja bareng Museum Negeri Jawa Tengah Ronggowarsito, Balai Pengkajian Peninggalan Purbakala (BP3) Prambanan, Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Blora, serta Yayasan Mahameru Blora itu, diserbu penonton. Pameran dibuka oleh Wakil Bupati Blora Soebronto Yoesoef. Pada hari pertama kemarin, mayoritas pengunjung adalah siswa SD, SMP, hingga SMA. "Ya kami sengaja memberi kesempatan secara bergilir bagi para pelajar di Blora untuk mengenal langsung benda-benda bersejarah. Selama ini mereka hanya mendapat penuturan tertulis dari para guru. Namun kini mereka bisa menyaksikan langsung," jelas Kepala Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Blora Drs Didik Lukardono di sela-sela pameran. Yang dikatakan Didik tersebut merupakan sebuah langkah efektif, untuk mengenalkan pelajar dan masyakat luas terhadap benda cagar budaya di Jawa Tengah. Tidak hanya itu, warga Blora juga bisa melihat langsung beberapa situs sejarah Blora, yang selama ini tengah dikumpulkan oleh Yayasan Mahameru. Tosan Aji Didik menjelaskan, pameran kali ini, selain BP3 dan Museum Jawa Tengah, paguyuban tosan aji Adi Luhur dari Bojonegoro, paguyuban tosan aji dari Sedan, Rembang dan sejumlah peserta lainnya juga ambil bgaian dalam pameran. Pihak sekolah juga merespons kegiatan itu dengan memberikan kesempatan para siswanya datang ke pameran. Para pelajar bahkan mendapat tugas membuat laporan tentang benda apa saja yang dilihat dalam pameran. Skala pameran adalah provinsi sehingga benda-benda bersejarah yang dipamerkan cukup variatif dari berbagai pelosok Jawa Tengah, termasuk beberapa benda bersejarah dari Blora. Benda-benda sejarah tersebut antara lain lontar surat Rengganis yang diketemukan di Kemetiran Kidul Yogyakarta. Isinya tentang sejarah baginda Ambyah yang dimulai dari kisah Rengganis bertapa hingga Umarmaya sakit dan disembuhkan Rengganis. Ditampilkan pula Alquran tulisan tangan dari Kota Surakarta. Alquran yang bersampul kulit dengan hiasan bercorak Eropa dan berhuruf Arab itu diperkirakan dibuat sekitar awal abad ke-19. Koleksi yang ditampilkan oleh Yayasan Mahameru di antaranya gong/bende yang ditemukan di situs Getas Lemah Duwur, fosil gigi binatang yang ditemukan di desa Menden Kecamatan Kradenan. Termasuk pula prasasti Tukmas yang ditemukan di Desa Lebak, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Prasasti ini diperkirakan berasal dari abad ke-6 masehi. Prasasti ditulis dengan huruf palawa dan bahasa sansakerta.(Urip Daryanto-85i) |