| Sabtu, 08 Mei 2004 | KEDU & DIY |
Aliansi Partai Mendatangi KPU
PURWOREJO- Pengurus Aliansi Partai Politik Peduli Purworejo (AP3) mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat kemarin. Mereka menuntut penghitungan ulang hasil pemilihan umum (pemilu), terutama di beberapa TPS yang bermasalah. ''Kami berencana hari ini (kemarin-Red) datang dengan massa. Namun dengan pertimbangan tertentu kami batalkan. Jika tuntutan kami tak segera ditanggapi KPU, kami akan datang lagi dengan massa,'' kata anggota AP3, Mustakim. Ketua AP3 Sugito Permadi menyatakan tuntutan utama mereka meminta KPU menghitung ulang. Berdasar temuan AP3, yang perlu dihitung ulang antara lain beberapa TPS di Kecamatan Kaligesing, Purworejo, Bener, dan Gebang. ''Kami tetap menginginkan penghitungan ulang, walau tak memengaruhi apa yang sudah dilaporkan KPU. Kami mencari kebenaran mekanisme,'' kata Sugito, diiyakan Emha Saiful Mujab. Tak Masuk Akal AP3 juga meminta KPU menindak tegas anggota PPK dan KPPS yang berlaku curang. Dengan harapan, KPU tidak teledor dan ceroboh bertugas. Tujuan jangka panjang aksi mereka, kata Sugito, agar dalam pemilihan presiden kelak tak terjadi lagi kesalahan atau penyimpangan di sana-sini. Ketua KPU Drs Muslikhin Madiani menyatakan bisa menerima kritik dan saran AP3. Dia berpendapat KPU dan AP3 perlu menjalin komunikasi yang baik. Dia mengajak AP3 mencari pemecahan terbaik. Dia mengemukakan sejak awal KPU sudah mempermudah pengadaan saksi di TPS. Namun banyak partai tak mengirimkan saksi ke TPS. Hal itu pun memengaruhi penghitungan suara. Dia menduga penggelembungan atau pengurangan suara partai tertentu terjadi di Desa Legetan, Bener, karena kepala desa itu meninggal pada 5 April. Namun jawaban itu memunculkan reaksi pedas dari AP3. ''Apakah masuk akal meninggalnya kepala desa berdampak pada penghitungan suara sehingga ada penggelembungan suara sampai 120?'' kata anggota AP3 Emha Saiful Mujab. Ketua KPU menyatakan jika ada anggota KPPS atau PPK terbukti curang akan ditindak. Anggota KPU Ir Agung Haribowo pada kesempatan itu bersumpah KPU tak melakukan rekayasa apa pun. Adapun anggota KPU Abdul Ghofir meminta maaf karena telah melontarkan kalimat akan membeli AP3. (yon-86) |