| Sabtu, 08 Mei 2004 | BANYUMAS |
Pembuatan Kios Darurat DilemburPURWOKERTO-Hingga Jumat (7/5) kemarin, atau lima hari pascakebakaran, para pedagang Blok C Pasar Wage belum bisa menempati kios darurat yang disiapkan Pemkab Banyumas. Pasalnya, kios tersebut yang disediakan di lokasi penampungan Jl MT Haryono masih dalam proses pembuatan. "Target Pemkab adalah tujuh hari, untuk membuat kios darurat di lokasi penampungan Jl MT Haryono. Untuk mengejar target itu, pembuatan kios darurat dikerjakan siang-malam, sejak Rabu (5/5) lalu. Dengan dikerjakan secara maraton, dalam waktu tujuh hari semua kios sudah selesai dibuat, bahkan Jumat sore sudah bisa ditempati," jelas Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Banyumas, Ir Susanto kepada Suara Merdeka, kemarin. Dia mengakui, untuk mendapatkan material berupa kayu pihaknya harus mencari langsung ke tempat-tempat penggergajian yang ada di Kecamatan Cilongok. Setelah material diperoleh, langsung digarap di halaman kantor Dinas Cipta Karya. Setelah papan kayu diset sesuai ukuran, langsung dibawa ke lokasi dan tinggal memasang saja, sehingga pekerjaan di lokasi penampungan bisa cepat selesai. Kios darurat itu jumlahnya 96 unit. Dana yang dibutuhkan untuk membuat kios tersebut, menurut Susanto, mencapai Rp 50 juta. "Agar cepat selesai sesuai target waktu, Dinas Cipta Karya mengerahkan 45 pekerja yang bekerja siang-malam," imbuhnya. Kios itu berukuran 2 x 2 meter. Dengan ukuran itu, sebuah kios bisa ditempati dua atau tiga pedagang sekaligus. Kalau memang memerlukan sekat karena butuhnya hanya satu meter, Dinas Cipta Karya juga sudah menyediakannya. Didata Ulang Sementara itu, agar penempatan pedagang di kios darurat tidak saling berebut, Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W) kemarin mendata ulang para pedagang di Blok C. Pendataan ulang itu dilakukan, guna mengetahui ukuran los yang dulu ditempati sebelum terjadi kebakaran. Pada pendataan awal, dari 253 pedagang yang berjualan di Blok C, ternyata yang aktif hanya tercatat 193 pedagang. "Pendataan ulang dilakukan, agar tidak ada pedagang yang terlewat," jelas Ketua P3W, Suyatno didampingi Kepala Pasar Wage, Suntoro. Setelah pendataan dilakukan, Sabtu (8/5) pagi ini dilakukan pengundian penempatan pedagang di kios darurat. Namun sebelum diundi, P3W dan pihak pasar lebih dahulu akan mengelompokkan pedagang berdasarkan jenis dagangannya. Menurut Suyatno dan Suntoro, pedagang sayuran, buah-buahan, dan bumbu-bumbuan (bumbon), akan dikelompokkan sendiri-sendiri. Setelah dikelompokkan, barulah dilakukan pengundian penempatan. Dengan adanya pengelompokan, nanti pedagang sayuran bisa satu deret, kemudian buah-buahan satu deret, dan bumbon juga demikian. Mereka yang tidak masuk dalam kelompok itu, dimasukkan dalam kelompok lain-lain atau campuran, juga dalam satu kelompok. Khusus masalah lalulintas, kata Susanto, juga sudah diatur oleh Dinas Perhubungan. Sebab, Jl MT Haryono -yang tersisa- hanya tinggal separo, dan karena itu bisa dipastikan lalulintasnya menjadi padat dan macet, bila pedagang sudah menempati kios darurat tersebut. Maka untuk mengatasinya, arus lalulintas sebagian dialihkan ke jalur lain. Kendaraan besar yang akan melewati Jl MT Haryono dari Jl Komisaris Bambang Suprapto, bisa langsung ke Jl Martadireja, kemudian belok ke Jl Kaliputih - Jl Mersi - Jl Jend Sudirman. Sedangkan kendaraan kecil, bisa lewat JL MT Haryono meski merambat. Bila tidak ingin tersendat, dari Jl Komisaris Bambang Suprapto bisa mengambil jalur Jl Martadireja belok kanan ke Jl Penatusan - Jl Jend Sudirman. (G23-74a) |