logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 08 Mei 2004 BANYUMAS
Line

Unsoed Diminta Kembangkan Kampus ke Purbalingga

PURBALINGGA - Rektor Unsoed Prof Drs H Rubijanto Misman mengungkapkan kekagumannya kepada konsep-konsep Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko MSi. Dia menilai, konsep membangun pelayanan di bidang kesehatan dan ekonomi kerakyatan dan lain-lain sangat baik jika dilaksanakan banyak kepala daerah.

"Konsep-konsep Pak Tri sangat baik dan mengagumkan. Coba bandingkan dengan para capres dan cawapres. Mereka tidak punya konsep pembangunan," pujinya seusai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Purbalingga dan Unsoed tentang kerja sama bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan potensi Purbalingga di gedung Rektorat Unsoed.

Mendengar pujian itu, Triyono yang dikenal sebagai Bupati Sejuta Ide itu hanya tersenyum simpul. Sejumlah pejabat Pemkab Purbalingga, dekan, dan Pembantu Rektor Unsoed yang hadir dalam acara tersebut juga tersenyum.

Sementara itu, Bupati Triyono mengungkapkan, pihaknya siap menyediakan lahan strategis untuk kampus Unsoed asal perguruan tinggi itu bersedia mengembangkan kampusnya di Purbalingga. Pemkab tidak menentukan fakultas apa nanti yang disetujui untuk dibangun di sana.

"Saya berobsesi Purbalingga ditempati perguruan tinggi, dan yang memungkinkan Unsoed Purwokerto. Kami tidak ingin gagah-gagahan punya perguruan tinggi. Tidak harus memilikinya, cukup ditempati dan masyarakat Purbalingga ikut merasakan dampaknya," kata Triyono.

Desa Blater

Jika di Purbalingga dibangun kampus Unsoed, lanjutnya, hal itu akan berdampak sangat positif bagi masyarakat sekitar kampus. Sarana pendidikan lanjutan menjadi lebih lengkap, akan tumbuh dan berkembang berbagai usaha ekonomi rakyat, bisnis tempat kos mahasiswa, dan sebagainya. Dengan kegiatan mahasiswa di kampus baru itu nanti bisa mendorong dinamika kehidupan masyarakat sekitar kampus.

"Mangga, fakultasnya apa, terserah. Saya akan mencarikan tempat yang strategis di tepi jalan raya. Kebetulan ada tanah bengkok desa yang bisa dimanfaatkan di Desa Blater, Kecamatan Kalimanah. Luasnya 22 hektare," ujarnya.

Prof Rubiyanto menyebutkan, kalangan perguruan tinggi termasuk Unsoed tidak hanya berandai-andai lulusannya jadi birokrat, tapi menjadi tenaga-tenaga lapangan yang mumpuni. Dia memang berkeinginan Unsoed memiliki kampus di luar Purwokerto, seperti halnya perguruan tinggi di Australia. (F10-74e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA