logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 08 Mei 2004 BANYUMAS
Line

Pipa Pertamina Ganggu Nelayan

CILACAP- Kalangan nelayan minta agar PT Pertamina (Persero) Unit Pengolahan (UP) IV segera membenahi pipa BBM yang dipendam di bawah alur Kali Yasa. Sebab, keberadaan pipa tersebut sering mengganggu perahu nelayan yang lalu lalang di alur tersebut.

"Kami minta kepada Pertamina agar pipa BBM yang melintang di alur Kali Yasa segera dibenahi. Namun, sampai sekarang Pertamina belum mengerjakan hal itu. Padahal nelayan menghendaki pipa tersebut dibenahi secepatnya," kata Sekretaris DPC HNSI Cilacap Monirin kepada Suara Merdeka, kemarin.

Menurut dia nelayan sebenarnya tidak keberatan pipa BBM tadi melintang di alur Kali Yasa. Namun, penanaman pipa tersebut dinilai kurang dalam.

Akibatnya, papan kayu yang berfungsi sebagai pelindung pipa sering mengenai bagian dasar perahu nelayan yang lewat di atasnya.

Kalau memang posisi pipa tadi tidak memungkinkan untuk diubah, sebaiknya ketebalan kayu pelindung pipa tersebut dikurangi.

Kayu pelindung yang membungkus pipa BBM masih terlalu tebal, mencapai satu meter. Seandainya ketebalan kayu pelindung tadi dikurangi sehingga tinggal 40 cm sampai 50 cm maka pipa tersebut tidak akan lagi mengganggu perahu yang lewat.

"Posisi pipa tadi hanya beberapa sentimeter di bawah dasar alur Kali Yasa. Pada saat permukaan air sedang tinggi, perahu nelayan dapat lewat tanpa menghantam kayu pelindung yang membungkus pipa itu. Tetapi pada saat air sedang surut, bagian bawah perahu yang lewat pasti akan menghantam kayu pelindung pipa tersebut," jelasnya.

Kahupmas PT Pertamina (Persero) UP IV, Drs Husni Banser SH, Kamis (6/5), mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti keinginan nelayan. Menurut rencana, keberadaan pipa BBM yang melintang di alur Kali Yasa akan mulai dibenahi pada 17 Mei 2004.

Pihak Pertamina, lanjut dia, tidak akan merubah posisi pipa tersebut. Namun, itu sekadar mengurangi ketebalan papan kayu pelindung pipa tersebut.

Saat ini ketebalan papan pelindung tersebut hampir satu meter. Nanti ketebalannya akan dikurangi hingga tinggal antara 40-50 cm.

"Kami tidak mungkin mengurangi ketebalan papan pelindung pipa tersebut yang terlalu banyak. Ketebalan 40 sampai 50 sentimeter sudah sangat minim sekali. Kalau papan pelindungnya terlalu tipis, kami khawatir pipa BBM yang ada di alur Kali Yasa akan rusak," katanya.(ag-76e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA