logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 08 Mei 2004 BANYUMAS
Line

Santer, Isu Rencana Penjualan Kampus Unwiku

PURWOKERTO- Dalam beberapa pekan terakhir ini, kalangan sivitas akademika (karyawan, dosen, dan mahasiswa) Universitas Wijaya Kusuma (Unwiku) Purwokerto dibuat resah oleh kabar yang berkembang mengenai rencana dijualnya kampus tersebut kepada pihak lain.

Sejumlah karyawan dan mahasiswa secara terpisah kepada Suara Merdeka menuturkan, awalnya yang mendengar isu tersebut hanya segelintir orang. Namun belakangan makin santer dan sudah menjadi perbincangan di kalangan sivitas akademika. Mereka mengaku sangat terganggu oleh kabar tersebut.

"Tadinya kami anggap hanya isu murahan yang sengaja dilontarkan pihak luar, tapi belakangan malah semakin santer terdengar. Kita ingin tahu yang benar sebenarnya seperti apa?" ujar seorang karyawan di Fakultas Teknik yang enggan disebut namanya.

Kabag Biro Administrasi Umum yang merangkap Kabag Humas Unwiku Yulianto Loekita SSos secara terpisah juga mengaku mendengar kabar tersebut. Namun dia berani menjamin bahwa isu tersebut tidak berdasar. Pasalnya, hal serupa juga pernah terjadi setahun lalu.

Hal senada juga diungkapkan Pembantu Rektor (Purek II) Bidang Keuangan dan Administrasi Prof Drs Suyatno WK. "Kalau masalah ini tidak segera ditangani bisa membuat image tidak baik di kampus kami," katanya.

Iri

Dugaan Suyatno, kabar ini sengaja diembuskan oleh pihak-pihak yang tidak menghendaki Unwiku maju. Sebab, sebagai salah satu PT swasta terfavorit di Jateng selatan, wajar kalau ada kompetitor lain yang iri. Mereka bisa saja tidak berani berkompetisi secara sehat.

Informasi yang dihimpun Suara Merdeka menyebutkan, kampus yang berada di Karangsalam (wilayah Purwokerto barat) tersebut kabarnya akan dijual atau dimerger dengan beberapa perguruan tinggi di Purwokerto, baik swasta maupun negeri. Kampus swasta salah satunya yang ramai disebut-sebut adalah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Tapi sejauh ini pihak UMP juga tidak merespons hal itu.

Kampus negeri yang dikabarkan bakal membeli adalah Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), yang kebetulan saat ini sedang berkembang pesat. Rektor Unsoed Prof Rubiyanto Misman secara terpisah mengatakan, dia tidak terlalu serius menanggapi kabar yang belum jelas ujung pangkalnya itu. "Bisa saja kami menerima mereka (Unwiku) kalau memang mau dimerger, tapi itu kan hanya kabar yang belum jelas ujung pangkalnya. Unsoed tetap menghormati otonomi masing-masing PT," ujar Prof Rubi. (G22-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA