SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Selasa, 04 Mei 2004

- Rekaman kamera televisi itu tersaji sebagai bukti sadisme: kepala seorang mahasiswa dibentur-benturkan oleh terkaman tangan kuat polisi ke tembok pembatas tangga di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Mahasiswa itu tak berdaya dan darah pun mengalir. Sementara sejumlah mahasiswa yang lain bertubi-tubi menerima pukulan pentungan juga dalam kondisi tak berkutik.

- Banggakah masyarakat Semarang dengan kotanya? Pertanyaan ini patut dikemukakan pada saat ibu kota Jawa Tengah tercinta ini memperingati ulang tahun ke-457. Sebuah introspeksi yang layak dilakukan sebagai bahan perenungan dan evaluasi. Sudahkah kota ini memenuhi kebutuhan warganya?

Oleh: Zaenal Arifin

MARAKNYA tuntutan penghapusan Ujian Akhir Nasional (UAN) baikdari pakar pendidikan, lembaga advokasi pendidikan dan sebagian orang tua murid, menggelitik saya untuk menanggapi melalui artikel ini. Pemahaman akan pasal -pasal Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional seyogianya jangan difahami secara apa adanya, akan tetapi perlu difahami filosofi, arah yang dituju atau cita-cita yang akan dicapai.

Oleh: Nugroho

KEBIJAKAN Mendiknas menetapkan batas kelulusan dengan nilai minimal 4,01 direspons negatif oleh masyarakat dan kalangan guru. Berbagai reaksi yang muncul dan diliput secara luas oleh media massa cetak maupun elektronik umumnya menyatakan keberatan atas penyelenggaraan UAN yang mematok batas lulus minimal 4,01

Itulah kalau kita punya eksekutif tanpa memiliki jiwa salesmanship. Bingung. Kita punya aset tapi tidak tahu cara memanfaatkan, ditawar-tawarkan siapa yang mau mengelola dan menjadi investor. Sementara calon investor senyam-senyum tetapi dalam hati mengumpat dan ngeri melihat birokrasi dan thethek-bengek-nya.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA