SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Selasa, 04 Mei 2004

SEMARANG-Kinerja bank umum syariah di Jateng hingga Desember 2003 menunjukkan perkembangan cukup signifikan. Itu tercermin, antara lain pada total aset sebesar Rp 380 miliar atau naik dari September 2003 dan Desember 2002, masing-masing 51,4% dan 67,4%.

JAKARTA-Nilai transaksi pembelian 22,5% saham Bank NISP yang dilakukan OCBC Bank mencapai 119 juta dolar AS. Pembelian itu menjadikan bank Singapura tersebut menjadi pemegang saham terbesar kedua, sedangkan Bank NISP akan menjadi perusahaan asosiasi OCBC Group.

SEMARANG- Data Bank Indonesia (BI) Semarang menunjukkan, jumlah direktur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jateng hingga kini baru 600-an orang. Padahal, jumlah BPR 582 buah. Berdasarkan surat keputusan Direktur Bank Indonesia (BI), jumlah anggota direksi setiap BPR ditetapkan paling kurang dua orang, sehingga di Jateng minimal harus ada 1.164 direktur.

 

INVESTOR M tergolong sebagai kaum fundamentalis biasa. Keputusan pilihan investasinya lebih banyak pada pertimbangan aspek fundamental perusahaan berupa emiten yang berkinerja baik, atau yang dapat memberikan dividen menarik.

 

PEKALONGAN-Sebanyak 95 ruko di Mal Wisata Dupan siap buka dan melayani konsumen. Itu dilakukan karena pengelola mal sudah mengadakan bazar meski sebenarnya pembangunan pusat perbelanjaan baru akan selesai September 2005.

PURWOKERTO-Untuk mempermudah distribusi dan mendekatkan pelayanan kepada petani, distributor pupuk harus memiliki gudang dan kantor perwakilan di setiap kabupaten.Jika tidak maka izinnya akan ditinjau lagi dan kalau perlu dicabut.

HARGA bahan baku mahal dan harga jual barang hasil produksi rendah membuat para perajin kuningan di Juwana Pati kini kelimpungan. Sekitar 25 perajin yang semula bermodal kuat sekarang hanya bisa bertahan.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA