| Selasa, 04 Mei 2004 | NASIONAL |
SOSOKDigoyang PembajakKEMEREBAKAN pembajakan kaset akhir-akhir ini membuat Raja Dangdut Rhoma Irama nyaris frustrasi. Bagaimana tidak? Album-album emasnya bersama Soneta menjadi bulan-bulanan aksi para pembajak. Akibatnya, tidak saja berpengaruh pada sisi penjualan albumnya yang merosot drastis, tetapi juga pada skeptisisme yang menghinggapinya. "Sampai saat ini saya belum punya rencana bikin album baru, males kena bajak," tuturnya dalam jumpa pers di Cafe Segara Hotel Graha Santika Semarang, baru-baru ini. Menurut penilaian Rhoma, aksi para pembajak sangat keterlaluan. Dia lantas membandingkan kondisi saat ini dengan era 1970-an. Meskipun pada masa itu pembajak sudah beroperasi, modus dan jaringannya tidak serumit sekarang. Undang-undang Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) yang diharapkan mampu menjadi payung hukum bagi para seniman dalam berkarya, kenyataannya hanya menjadi macan ompong. Rhoma mengemukakan, implementasi UU tersebut hanya berlangsung sesaat setelah itu pembajakan kembali merebak. "Yah, hanya hangat-hangat tahi ayam," tandasnya. Untuk menyiasati masalah pembajakan, pada masa mendatang pelantun tembang "Begadang" tersebut berusaha melakukan strategi pemasaran baru. Dia mengaku tertarik dengan model pemasaran album yang dikembangkan oleh KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) melalui jaringan pesantren. "Saya pikir, apa yang dilakukan Aa Gym sangat efektif menekan aksi pembajakan," ujarnya. Mengenai kemungkinan islah dengan si Ratu Ngebor, Inul Daratista, penyanyi kelahiran Tasikmalaya, 11 Desember 1946, itu enggan menjawab. Namun saat diminta komentar mengenai banyaknya penyanyi dangdut debutan baru yang cenderung mengeksploitasi goyang, Rhoma menyatakan itu sebagai tren sesaat. (Rukardi-63j) |