| Selasa, 04 Mei 2004 | NASIONAL |
Pasar Wage Purwokerto Terbakar
PURWOKERTO-Pasar terbesar di Kabupaten Banyumas, Pasar Wage di Kota Purwokerto, Minggu (2/5) sekitar pukul 04.30 dilalap api. Dalam kebakaran sekitar 5 jam itu api menghanguskan bangunan pasar Blok C, yakni di bagian timur. Dugaan sementara, kebakaran itu akibat hubungan arus pendek listrik dari salah satu los/kios milik pedagang. Spekulasi lain, peristiwa tersebut bukan kebakaran murni, melainkan ada kaitannya dengan permasalahan di Pasar Wage selama ini. Akibatnya, 253 pedagang di Blok C kehilangan tempat berjualan karena los dan kios nya dilalap si ''jago merah''. Mereka pada umumnya pedagang sayur, buah-buahan, warung makan, dan ikan. Selain los berjumlah 20 unit, api juga menghanguskan 22 kios milik 15 pedagang yang letaknya mengelilingi los. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran pasar yang baru ditempati dua tahun itu. Namun kerugian material ditaksir berkisar antara Rp 3 miliar-Rp 5 miliar, terdiri atas kerugian dagangan milik pedagang dan kerugian bangunan milik Pemkab Banyumas. Tujuh Pemadam Untuk mencegah api supaya tidak merambat ke bangunan pasar lainnya, terutama di Blok A dan Blok B yang ada di sebelah barat Blok C, diterjunkan tujuh mobil pemadam kebakaran. Api bisa dilokalisasi petugas pemadam kebakaran hingga tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Seorang saksi mata, Edi (30), pedagang sayuran asal Kelurahan Purwokerto Wetan, menuturkan, api kali pertama diketahui pukul 04.30 usai azan subuh. Ketika itu pasar sudah ramai karena para pedagang dan pembeli sudah mulai melakukan aktivitas. ''Api muncul dari bagian tengah deretan kios Blok C di sebelah selatan, yakni di belakang kios penjual ayam,'' tutur Edi. Sedangkan menurut Kepala Subdin Bina Dagang Disperindagkop Kabupaten Banyumas Karno M Noch, yang juga terjun langsung ke lokasi, api pertama muncul dari bagian selatan Blok C. Yakni, kios J-8 yang ada di belakang kios ayam Chikita. Melihat kobaran api membumbung membakar bangunan Blok C, para pedagang langsung berteriak-teriak dan kocar-kacir minta tolong. Dalam waktu sekitar satu jam, api yang membakar bangunan pasar itu mengakibatkan atap bangunan dan rangka baja yang menutupi los luluh-lantak dan ambruk. Sementara kios yang mengelilingi los masih berdiri tegak, meski kobaran api merambat masuk ke dalam kios. Bupati Banyumas HM Aris Setiono dan Kapolres Banyumas AKBP Drs LOM Marpaung langsung turun ke lokasi untuk memantau perkembangan, dan menanggulangi pemadaman api. Di tengah kesibukan mengatasi pemadaman, Bupati langsung mengadakan rapat darurat di Kantor Paguyuban Pedagang Pasar Wage (P3W) yang diikuti Sekda Banyumas Singgih Wiranto SH dan sejumlah kepala dinas terkait serta Ketua P3W mewakili pedagang. Rapat digelar untuk mengatasi persoalan yang muncul pascakebakaran. Dalam rapat itu, diputuskan ada dua tim, yakni Tim Relokasi dan Tim Renovasi di bawah koordinasi Sekda. Tim Relokasi dipimpin Kepala Bakesbangtiblinmas, sedangkan Tim Renovasi dipimpin Kepala Dinas Cipta Karya. (G23,G22-69t) |