logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 04 Mei 2004 MURIA
Line

Tolak Resmikan Bangunan Kosong

PATI- Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto selalu menekankan kepada para bupati, jika dirinya diminta meresmikan proyek pembangunan seperti pasar atau terminal, tidak akan bersedia kalau bangunan itu dalam keadaan kosong. Lebih baik bangunan proyek tersebut jadi dulu, setelah itu kegiatannya berjalan, dan baru diresmikan.

Hal tersebut dia kemukakan ketika memberikan sambutan dalam peresmian penggunaan bangunan ruang instalasi bedah sentral dan ICU serta peringatan HUT Ke-10 Rumah Sakit Islam (RSI) Pati, Sabtu (1/5). Hadir dalam kesempatan itu, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini Suwandi, KH MA Sahal Mahfudh, Bupati Tasiman, anggota Muspida, dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Muslimat Dra Hj Nafisah Sahal.

Karena itu, lanjutnya, pihaknya menolak ketika diminta meresmikan pembangunan pompa bensin yang dibiayai oleh perusahaan daerah (perusda) di Sukaraja, Banyumas. Lebih baik pembangunannya berjalan dulu, setelah itu dioperasikan. Suatu saat nanti dia akan datang untuk melihat dari dekat.

''Saya kira itu suatu fenomena yang harus kita kembangkan pada saat-saat mendatang,'' ujarnya. Pada bagian lain, Mardiyanto mengatakan, kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia karena menjadi syarat utama bagi seseorang untuk dapat berkarya. Setinggi apa pun tingkat pendapatan seseorang, tapi jika tidak sehat tentu tidak dapat menikmati kesejahteraannya itu secara sempurna.

Proporsional

Akan tetapi pada sisi lain, kita juga harus memahami bahwa rata-rata tingkat penghidupan masyarakat pada umumnya relatif masih rendah. Dengan demikian, pengurus Yayasan Kesejahteraan Muslimat Kabupaten Pati yang mengelola RSI beserta jajaran manajemen dalam mengelola rumah sakit dapat menggabungkan secara proporsional antara profit dan pelayanan sosial.

Adapun yang berkaitan dengan upaya mewujudkan Jawa Tengah Sehat 2010, pihaknya mengharap agarRSI ikut aktif menyosialisasikan ke masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam pencegahan sakit secara mandiri.

''Misalnya untuk penyakit menular, harus dilakukan pencegahan melalui budaya hidup sehat serta ikut aktif menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,'' katanya.

Sejak berdiri dan diresmikan pada 9 April 1994, direktur RSI dua periode (10 tahun) berturut-turut dijabat dr H Suyoto SpTHT. Lima tahun mendatang, jabatan itu diserahkan ke dr H Mumahad Supangkat.

Sementara itu dr H Suyoto SpTHT selaku ketua panitia melaporkan, pembangunan ruang bedah sentral dan ICU RSI mendapat bantuan dana dari APBD Jawa Tengah 2003 Rp 600 juta.

Kegiatan sosial sebagai rangkaian peringatan HUT dilaksanakan sejak 23 Maret hingga 10 April. Yaitu operasi bibir sumbing sembilan pasien, pengobatan massal cuma-cuma 457 pasien, operasi katarak gratis 33 pasien, khitanan massal, dan Seminar Ilmiah Sehari "Hidup Sehat Menyongsong Hari Tua".(ad-85j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA