logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 04 Mei 2004 INTERNASIONAL
Line

Likud Tolak Rencana Sharon

WASHINGTON - Presiden George W Bush masih tetap mendukung rencana PM Israel Ariel Sharon untuk mundur dari Gaza, meski partai Sharon sendiri telah menolaknya.

''Kami telah diberi informasi mengenai hasil voting (Partai) Likud itu. Pandangan kami sendiri belum berubah: Presiden (Bush) menyambut baik rencana PM Sharon untuk mundur dari permukiman-permukiman di Gaza dan sebagian Tepi Barat sebagai langkah penting menuju perdamaian,'' kata juru bicara Gedung Putih, Scott McClellan.

McClellan, dalam pernyataan tertulisnya, menambahkan Pemerintahan Bush akan terus berkonsultasi dengan PM Sharon dan Pemerintah Israel mengenai langkah-langkah ke depan selanjutnya.

PM Sharon, kemarin, berjanji akan tetap memimpin Israel walaupun Partai Likud, yang dipimpinnya, menolak rencananya untuk menarik mundur pasukan Israel dan menutup sejumlah permukiman di Jalur Gaza yang didukung sepenuhnya oleh Washington.

''Saya akan tetap memimpin Israel sebaik mungkin sesuai dengan tekad dan beban tugas yang diletakkan di pundak saya. Saya tahu hal itu tidak mudah namun saya tetap akan melaksanakannya,'' kata Sharon, Minggu lalu, setelah menyatakan secara resmi usulannya ditolak partainya sendiri dalam satu referendum.

''Satu hal yang jelas bagi saya adalah rakyat Israel tidak memilih saya menduduki jabatan untuk dilalui begitu saja selama masa empat tahun pemerintahan.''

Likud Menolak

Namun para pengamat politik menyatakan, Sharon mengalami kekalahan paling parah semenjak dia menduduki jabatan perdana menteri 2001 yang akan memperlemah kedudukannya, setelah hasil referendum menolak usulannya menarik pasukan dari Gaza dan menutup permukiman Yahudi di wilayah yang dirampas Israel pada perang Timur Tengah tahun 1967.

Pemungutan suara di antara anggota Partai Likud menunjukkan, 60 persen menyatakan ''tidak'' atas rencana penutupan permukiman Yahudi di Gaza dan empat dari 120 permukiman di wilayah Tepi Barat.

Para pengamat politik mengatakan hasil voting tersebut diperkirakan diperkuat oleh adanya serangan balasan pejuang Palestina di Jalur Gaza beberapa jam sebelum referendum dilaksanakan.

Sementara itu Israel melakukan serangan dari udara di hari yang sama yang menyebabkan empat orang Palestina tewas di Kota Nablus, Tepi Barat.

Dalam pernyataanya, Sharon menyesali penolakan Partai Likud itu namun mengatakan dirinya menghormati keputusuan tersebut sepenuhnya.

Wakil PM Ehud Olmert mengatakan kepada wartawan, Sharon tak mempunyai niat mengabaikan ''kesepakatan dasar''. Sharon mengatakan dia akan meningkatkan penjagaan keamanan bagi semua warga Israel setelah lebih dari dari masa tiga tahun mengalami berbagai kerusuhan massa dengan rakyat Palestina.

''Dalam beberapa hari mendatang saya akan melakukan konsultasi dengan anggota kabinet, faksi Likud, dan faksi koalisi dan saya akan mempelajarinya secara seksama dan hati-hati hasil referendum serta menentukan langkah-langkah yang akan diambil,'' kata Sharon dalam pernyataannya.

Namun Aluf Benn, seorang wartawan senior harian Haaretz kemarin mengatakan dalam tajuknya Sharon yang selama ini menganggap lawan politiknya sebagai sekumpulan manusia kerdil, akan menemui kesulitan yang amat besar untuk melaksanakan ''rencana Gaza-nya''.

''Sharon akan menemui kesulitan untuk memperoleh suara terbanyak untuk mendukung rencana Gaza dari dalam kalangan kabinetnya sendiri dan dia akan tetap mendapat penolakan walaupun seandainya dia langsung melakukan referendum nasional, tanpa referendum di kalangan partainya sendiri.''(ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA