logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 04 Mei 2004 EKONOMI
Line

Perajin Kuningan Kesulitan Bahan Baku

HARGA bahan baku mahal dan harga jual barang hasil produksi rendah membuat para perajin kuningan di Juwana Pati kini kelimpungan. Sekitar 25 perajin yang semula bermodal kuat sekarang hanya bisa bertahan.

Mereka hanya berproduksi kalau ada pesanan atau lebih memilih memproduksi barang kerajinan yang cepat laku dijual dan langsung mendapatkan uang. Dampak langsung dari kondisi itu dialami oleh para pekerja yang terpaksa terkena giliran kerja atau menunggu sampai perusahaan pulih seperti semula.

''Apabila keadaan pasar segera pulih lebih dari 200 pekerja yang semula aktif di perusahaan kami bisa kembali bekerja. Tetapi sebaliknya kalau keadaan sebagaimana sekarang berkepanjangan tentu mereka harus sabar menunggu,'' kata Koco (25), manajer perusahaan kerajina kuningan Tion Bras, kemarin.

Selain dampak tidak mengenakkan yang harus dialami para pekerja, keadaan lebih pahit lagi dialami oleh pihak perusahaan. Bagaimana tidak, sejak Lebaran tahun lalu hingga sekarang karena mereka tak mampu lagi mengimbangi harga bahan baku berupa kuningan rosok yang melonjak tak terkendali.

Waktu itu harga kuningan rosok yang khusus didatangkan dari Semarang, Jakarta, dan Surabaya sudah mencapai Rp 10.000/kg. Bisa dibayangkan berapa harga yang harus dibayar oleh para perajin kecil atau industri rumahan kalau membeli dari pengepul.

''Tiga minggu terakhir harga bahan baku itu tetap bertahan pada Rp 15.000/kg. Kalau barang-barang yang kami produksi berupa komponen furniture dinaikkan harga jualnya maka tidak ada yang membeli,'' ujarnya.

Akibatnya, seluruh unit produksi harus dihentikan. Perusahaannya kini tinggal mempekerjakan sepuluh orang khusus membuat barang-barang yang bisa segera laku dijual. Padahal sebelumnya sehari-hari pihaknya mengerahkan 200 orang lebih pekerja.

Menganggur

Selain itu, unit peralatan kerja di perusahaannya banyak yang menganggur. Apalagi upaya mencari terobosan lewat produksi perkakas berupa engsel pintu, gerendel, dan kunci akan terdepak dari pasaran karena dari segi harga jual dan kualitas barang kalah bersaing dari barang buatan Taiwan.

Dia tidak bisa memprediksi sampai kapan kelesuan pasar dan harga bahan baku yang mahal akan berakhir. Situasi demikian tidak hanya dialami oleh perusahaannya, tetapi juga oleh seluruh perajin kuningan di Juwana.

Padahal industri rumahan perkakas dari kuningan selama ini telah mewarnai perekonomian masyarakat Juwana. Perputaran uang sehari-hari bisa menjadi barometer seberapa tingkat pendapatan warga setempat.

Melihat kondisi sekarang hampir semua perajin baik skala kecil maupun besar pesimistis bisa bangkit lagi dalam waktu singkat. Mampu bertahan berproduksi meskipun hanya ala kadarnya dinilai sudah merupakan hal yang luar biasa.

Supar, Ketua Asosiasi Perajin dan Industri Kuningan (APIK) Juwana serta pemilik perusahaan perajin kuningan Sampurna II pun hingga sekarang belum bisa menemukan jalan bagaimana menciptakan terobosan untuk mengatasi harga bahan baku yang mahal.

Faktor bahan baku memang menjadi kendala utama yang membuat para perajin tak berkutik jika sudah dihadapkan pada masalah harga. Bahan baku berupa kuningan rosok tersebut harus didatangkan dari kota besar.

Ketergantungan cukup tinggi pada penyediaan bahan baku itulah yang menyulitkan para perajin. Bahan baku tidak bisa peroleh dari daerah setempat kecuali membeli dari para pengepul. Di sisi lain, harga jual barang produksi sulit dinaikkan karena banyak pesaing.

Jika sudah demikian maka para perajin anggota asosiasi harus menggalang sikap kebersamaan, yakni hanya berproduksi apabila mendapat pesanan. Itu memang mudah diucapkan, tetapi pelaksanaannya benar-benar sulit.

''Sebab, kami tidak bisa melarang atau membatasi ruang gerak para perajin, karena mereka butuh hidup dan menghidupi para pekerjanya. Dari sinilah biasa muncul persaingan tidak sehat, misalnya banting harga atau memproduksi barang berkualitas seadanya dengan prinsip asal laku,'' jelasnya.(Alman Eko Darmo-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA