| Selasa, 04 Mei 2004 | EKONOMI |
Saham Pilihan Kelompok LQ 45INVESTOR M tergolong sebagai kaum fundamentalis biasa. Keputusan pilihan investasinya lebih banyak pada pertimbangan aspek fundamental perusahaan berupa emiten yang berkinerja baik, atau yang dapat memberikan dividen menarik. Karena itulah, pilihannya jatuh pada saham yang tergolong pada kelompok LQ 45. LQ 45 menggambarkan sekelompok saham pilihan yang memenuhi kriteria tertentu. Saham yang berhak masuk dalam kelompok tersebut adalah yang memenuhi kriteria ranking tinggi pada: (1) total transaksi, (2) nilai transaksi, dan (3) frekuensi transaksi. Indeks LQ 45 menggambarkan pertumbuhan harga saham yang tergolong pada kelompok tersebut. Pada awal 2003, indeks harga saham LQ 45 pada posisi 87,8 dan 30 April 2004 pada posisi 170,6. Berarti, kenaikan atau return saham pada waktu tersebut sebesar 72,8 poin atau 82,9%. Keseluruhan indeks harga saham gabungan (IHSG) dari posisi 409,1 menjadi 783,4 atau naik 91,4%. Hasil analisis statistik menunjukkan, perubahan harga saham pada LQ 45 bisa sebagai faktor penjelas (koefisien determinasi) terhadap perubahan IHSG. Kenaikan atau penurunan harga saham pada LQ 45 akan berpengaruh signifikan terhadap kenaikan atau penurunan IHSG. M tidak memilih keseluruhan jenis saham yang termasuk pada LQ 45, tetapi hanya jenis saham tertentu yang menjadi portofolionya. Namun demikian, pilihan portofolionya termasuk lengkap, yaitu selain jenis saham growth stock juga value stock. Saham jenis growth stock, pada umumnya mempunyai pertumbuhan tinggi dengan price earning ratio (PER) dan atau price to book value (PBV) tinggi. PER merupakan perbandingan antara harga saham dan pendapatan per lembar saham, sedangkan PBV adalah perbandingan antara harga saham dan nilai bukunya. Saham growth stock, umumnya sangat sensitif (koefisien beta) terhadap perubahan faktor yang memengaruhi pasar. M telah memilih saham Indosat, Telkom, Gudang Garam, HM Sampoerna, dan United Tractor sebagai alternatif pilihan investasinya. Pada awal 2003, harga saham United Tractor pada posisi Rp 290/lembar, dan kini Rp 1.650. Rendah Di antara jenis saham dalam kelompok LQ 45, A memilih saham yang termasuk kategori value stock. Karakteristik jenis saham itu, umumnya merupakan jenis saham dengan tingkat pertumbuhan yang rendah, sehingga PER dan PBV-nya juga rendah. Saham Gajah Tunggal, Astra Autopart, Aneka Tambang, Astra Internasional, Indocement, dan Bank BCA, merupakan sebagian saham yang menjadi pilihannya. Saham Gajah Tunggal pada awal 2003 berada di posisi harga Rp 220, dan kini Rp 575. Saham Astra Autopart dari posisi Rp 1.300 menjadi Rp 1.425; Astra Internasional dari Rp 3.150 menjadi Rp 5.700; Bank BCA dari harga Rp 2.275 menjadi Rp 3.900; serta Indocement dari posisi Rp 625 menjadi Rp 1.900. Saham Astra Internasional mempunyai potensi harga lebih baik lagi, seiring dengan peningkatan keuntungan perusahaan sebagai dampak dari makin meningkat penggemar mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Saham Bank BCA mempunyai potensi meningkat harganya, seirama dengan rencana aksi korporasi berupa stock split atau pemecahan saham yang direncanakan dalam waktu tidak lama lagi. Pemecahan saham, umumnya akan mendorong kenaikan harga. Saham Indofood Sukses Makmur dan Timah, termasuk jenis saham kategori value stock dengan PBV rendah. Saham Indofood kini harganya Rp 750 dengan nilai buku Rp 434, sehingga PBV-nya sebesar 1,73 kali.Saham Timah kini pada harga Rp 2.325 dengan nilai buku Rp 2.767, sehingga PBV-nya sebesar 0,84 kali. Saham tersebut mempunyai potensi meningkat harganya, seiring dengan peningkatan harga pasar produk fisiknya. Portofolio investasi pada kelompok saham LQ 45 cenderung menguntungkan, jika keadaan pasar membaik. Dengan sifat sensitif pada perubahan, jenis saham yang tergolong growth stock akan menikmati keuntungan lebih dulu kalau pasar membaik. Sebaliknya, apabila pasar cenderung menurun, maka harga sahamnya juga akan cenderung turun lebih dulu dibandingkan dengan jenis saham lain. Kedudukan jenis saham pada kelompok LQ 45 tidak bersifat tetap. Setiap tiga bulan selalu ada evaluasi, dan setiap enam bulan ada penetapan kembali saham yang tetap memenuhi kriteria serta mengeliminasi saham yang tidak lagi memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan. Posisi saham yang tereliminasi akan diisi oleh saham ranking berikutnya. Saham pada kelompok LQ 45, tergolong saham pilihan yang baik. Namun demikian, keputusan berinvestasi tidak hanya memenuhi kriteria baik, tetapi juga benar. Keputusan investasi pada LQ 45 baik dan benar, ketika pasar berada pada kondisi yang baik. Faktor politik saat ini, merupakan faktor kunci bursa di Indonesia. (Dr Sugeng Wahyudi, dosen Strategi dan Keuangan pada Program MM Undip-53a) |