| Sabtu, 01 Mei 2004 | SALA |
Anggun, Calon Bidan Berkebaya Tempo Doeloe
MAHASISWI Akademi Kebidanan (Akbid) Estu Utomo Kabupaten Boyolali ternyata tidak hanya pandai mengurus kehamilan atau persalinan. Kegiatan di luar akademik pun, seperti lomba model Kartini dan tata rias, dia juga tidak mau kalah dari mahasiswi yang lain. Mereka bisa menunjukkan prestasi sebagai Kartini yang menjunjung tinggi emansipasi. Lomba model Kartini dan tata rias yang diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Kartini itu berlangsung semarak dan mendapat sambutan meriah ratusan pengunjung. Dengan kebaya yang dikombinasi selendang, calon bidan itu terlihat anggun. Karena itu tidak mengherankan, saat memperlihatkan kebolehannya di depan juri dan tamu undangan mereka mendapat sambutan meriah. Lomba berlangsung di aula kampus Akbid, Kamis lalu. Akbid yang terletak di Desa Kebonbimo Kecamatan Boyolali didirikan oleh Yayasan Estu Utomo. Tahun ini sudah memasuki semester IV dan tahun 2005 akan meluluskan untuk kali pertama. Setelah lulus mereka diterjunkan ke masyarakat dan menyandang predikat bidan. Ketua Yayasan Estu Utomo H Sutomo SPD MKes mengatakan, lomba model Kartini dan tata rias sebagai sarana melatih diri dalam menyosong kehidupan dalam masyarakat. Setelah menamatkan pendidikan dengan gelar D3, mereka dituntut bergaul dengan masyarakat. Sebagai bidan mau tidak mau akan hidup dalam masyarakat. "Karena itu, sebelum terjun ke masyarakat harus berlatih diri. Salah satunya melalui lomba model Kartini," ujarnya. Setahun Selain model Kartini dan tata rias juga diadakan lomba pidato, menghias tumpeng dan karaoke. Menurut Sutomo, sebagai bidan yang bertugas melayani persalinan mereka dituntut berpenampilan yang rapi dan berbicara yang santun. Selain itu, dibutuhkan kecakapan berbahasa. Lomba pidato muaranya melatih mereka agar luwes dan santun ketika berbicara di depan khalayak. Di antara berbagai jenis lomba yang dipertontonkan di depan dosen, senat, badan pelaksana harian (BPH) dan mahasiswa, lomba model Kartini termasuk mendapat sambutan positif. Lomba tersebut diikuti mahasiswa dari semester I sampai IV. Di antara peserta lomba ada yang mengenakan pakaian kajewen tempo doeloe, menyerupai kebaya yang dikenakan Kartini. Begitu peserta yang mengenakan kebaya tempo doeloe menampilkan kebolehannya dengan memberi hormat yang disertai tarian, aplaus hadirin pun menggema. Bahkan sayup-sayup terdengar suara dari pengunjung yang menyatakan dia layak menjadi juara. "Ternyata setelah diumumkan, meleset. Dia tidak meraih juara satu," kata salah seorang mahasiwi. Berdasarkan penilaian tim juri, juara I lomba model Kartini adalah Caroline D, mahasiswa semester II A, juara II Dwi Puji Lestari semester IIA dan juara III Agustina Artiningsih semester IVA. Lomba pidato, juara I Wati Margi Lestari, II Novi Diah dan III Dwi Rahayu Ningsih. Lomba karaoke, juara I Feni Natayasa, II Anjrah Sulistyo dan III Ida M. Juara I, II dan III lomba tata rias , Aida, Sri Mulyani dan Suryanti. Juara I,II dan III lomba nasi tumpeng, Alif, Chintya dan Dodiet HS.(Suti Harjoyo-14k) |