logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Mei 2004 SALA
Line

Tak Perlu Panik Menghadapi UAN

MINGGU, 2 Mei 2004 besok, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Di Wonogiri, puncak peringatan Hardiknas akan ditandai dengan upacara bendera di alun-alun. Dalam suasana menyambut peringatan Hardiknas ini, pembicaraan tentang ujian akhir nasional (UAN) makin hangat, muncul pro dan kontra.

Sebagian murid, orang tua siswa dan guru dari sekolah-sekolah swasta di daerah pinggiran, merasa panik menghadapi UAN. Sebab, pemerintah menaikkan nilai kelulusan dari 3,01 menjadi 4,01. Ini dianggap memberatkan dan dinilai sebagai bentuk disorientasi tujuan belajar. Sebab, hanya menjadikan akhir pembelajaran lebih penting daripada keseluruhan makna proses pendidikan secara komprehensif.

Berkait dengan kontroversi tanggapan masyarakat ini, berikut wawancara Suara Merdeka dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri Drs Bambang Eko Sarwono MM.

Apakah betul terjadi kepanikan menghadapi UAN ?

Memang ada, tetapi mestinya sikap seperti itu tidak perlu. Tidak usah panik menghadapi UAN. Sebab, jauh-jauh hari masalah ujian akhir nasional telah disosialisasikan kepada murid, orang tua siswa, guru dan sekolah. Sebab, pada prinsipnya pemerintah menggelar ujian bagi para murid kelas III SMP, MTs, SMA, MA dan SMK ini untuk meningkatkan standar kualitas pendidikan secara nasional. Tahun lalu (2002/2003) nilai minimal kelulusan ditetapkan 3,01 dan sekarang dinaikkan menjadi 4,01.

Bukankah sekarang ini tidak ada lagi UAN ulangan?

Itulah yang sejak awal dirasakan sebagai hal yang meresahkan dan membuat panik sebagian pelajar, guru dan sekolah pinggiran. Tetapi yakinlah, jangan sampai ada yang panik. Sebab, sikap panik dapat mengacaukan segalanya. Tetaplah bersikap tenang, karena ketenangan pada hakikatnya menyelesaikan separo permasalahan.

Saya jelaskan, semula memang tidak akan ada UAN ulangan seperti tahun lalu. Ini berarti, ketika murid gagal lulus, harus mengulang lagi setahun kemudian. Tetapi pemerintah yang belakangan peduli menyikapi protes keberatan dari masyarakat, akhirnya bersikap melunak dengan mengeluarkan SK Mendiknas baru bernomor 037/U/2004, tertanggal 26 April 2004 sebagaimana diberitakan di media massa. Inti isinya, tetap akan diberlakukan UAN ulangan untuk memberikan kesempatan bagi murid yang gagal. Karena itu, saya serukan jangan sampai ada yang panik.

Sebab, dengan kebijakan baru ini jika kelak terpaksa masih ada murid yang tidak lulus UAN ulangan pun dia dapat mengikuti UAN untuk tahun berikutnya dan wajib mengulang di kelas terakhir. Atau mengikuti UAN program Paket B bagi murid setara SMP dan UAN program Paket C bagi murid setara SMA.

Ada berapa banyak murid yang akan mengikuti UAN ?

Begini, sebenarnya ada dua jenis ujian akhir yang akan dilaksanakan. Pertama, untuk 16.889 murid SD/MI akan menjalani ujian akhir sekolah (UAS). Kedua, untuk UAN akan diikuti 14.476 murid SMP/MTs dan SMP Luar Biasa (LB). Juga 3.206 murid SMA/MA dan 4.766 murid SMK.(Bambang Pur-14k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA