| Sabtu, 01 Mei 2004 | SALA |
Pencuri Mesin Pompa Air DibekukSRAGEN-Meski sudah tergolong tua, Darto alias Kemis (55) ternyata tidak pernah jera mencuri mesin penyedot air. Tetapi aksi warga Desa Dari Kecamatan Plupuh, Sragen yang dikenal sebagai alap-alap pencuri mesin pompa itu akhirnya terbongkar. Dia tertangkap setelah mencuri mesin penyedot air yang sengaja dipasang petugas. Sebelumnya, pelaku mencuri mesin pompa merek Honda berkekuatan 3,5 PK seharga Rp 1,5 juta milik tetangganya, Suyono (28). "Tersangka mengaku sudah sebelas kali mencuri mesin penyedot air," tutur Kasat Reskrim AKP Widjiono SH, kemarin. Ketika diperiksa Darto mengaku tidak menjual sendiri barang hasil pencuriannya. Temannya, Sidik dan Darno lah yang bertugas menjualkan. Korban pencurian umumnya para tetangga yang sudah dia kenal. Hingga kemarin Sidik dan Darno masih diburu petugas Reskrim. Darto mengaku menerima bagian hasil penjualan mesin pompa curian itu. Sebuah mesin seharga Rp 1,5 juta dijual Rp 600.000 - Rp 700.000. Meski sebagai pelaksana pencurian, dia hanya menerima bagian Rp 250.000. Dijebak Keterangan yang dihimpun menyebutkan, semula Minggu (25/4) pukul 20.00 Suyono kehilangan mesin pompa penyedot air yang biasa dipakai untuk mengoncori sawah. Diduga pelaku pencurian menjebol pintu melalui kandang sapi di samping rumah korban. Aksi pencurian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Plupuh. Petugas mencurigai Darto alias Kemis, karena pada malam menjelang peristiwa pencurian dia terlihat di sekitar lokasi. Karena belum memiliki bukti kuat, polisi tidak gegabah. Polisi dibantu masyarakat kemudian memasang jebakan mesin pompa di suatu tempat yang mudah terlihat. Tanpa diduga, Kamis petang tersangka mengambil mesin pompa yang sengaja dipasang untuk menjebak itu. Mantan buruh penebang tebu itu ditangkap tanpa memberikan perlawanan. "Pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk menguak kasus kejahatan lain yang mungkin dilakukan tersangka," tutur Widjiono.(nin-14k) |