logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Mei 2004 SALA
Line

Hama Keong Mas Sulit Diberantas

  • Tanaman Muda yang Diserang

SUKOHARJO- Upaya para petani di Kecamatan Gatak dan Kecamatan Baki untuk mempercepat masa tanam padi menemui kendala. Bagaimana tidak? Mereka harus menghadapi keganasan serangan hama keong mas.

Seorang petani Desa Trosemi, Kecamatan Gatak, Budi (41) menuturkan, hama tersebut menyerang padi yang baru saja ditanam. Bila dibiarkan maka tunas padi yang baru tumbuh bakal habis dimakan kawanan hama tersebut. Yang ironis, sulit membasmi hama itu karena tidak ada pestisida yang dapat membunuh keong mas.

"Satu-satunya cara yang efektif adalah pembasian dengan cara manual. Hama ini rutin menyerang setiap masa tanam tiba. Pemilik sawah harus mengambil satu per satu keong di pesawahan," ungkapnya.

Setiap pagi dan sore hari, kata dia, para petani mengumpulkan keong dengan sabar.Telur keong yang menempel di pematang dibenamkan dalam lumpur agar tidak menetas.

Keong tersebut lalu dikumpulkan dalam plastik kresek. Setelah penuh, keong yang terkumpul disebar di jalan. Maksudnya agar keong tersebut dilindas roda kendaraan yang lewat sehingga mati. Namun sebagian petani memilih cara lain, yaitu plastik yang berisi keong lalu diikat kencang sehingga hewan itu mati kekurangan oksigen.

"Soalnya kalau disebar di jalan begitu saja, cangkang (rumah-Red) keong bisa melukai pejalan kaki."

Amankah keong mas dikonsumsi ? Menurut pandangan Paryanto (45), pencari keong asal Mojolaban, Sukoharjo, keong mas aman dikonsumsi asal tahu cara memasaknya. Dia menjelaskan, sebelumnya keong dibakar sebentar dalam api untuk memudahkan pengambilan daging. Setelah itu, daging keong direndam dalam air kapur 2 - 5 jam.

"Setelah itu baru dimasak sesuai dengan selera."

Paryanto mengaku sudah tiga tahun mengais rizeki dengan mengolah daging keong untuk sate. "Sate itu lalu disunduk memakai lidi. Penjualannya saya lakukan dengan cara dititipkan di warung- warung hik atau warung makan. Saya juga menerima pasokan keong hidup dari para pengepul. Keong mas sebanyak satu kaleng cat tembok ukuran 5 kg saya beli Rp 3.000."

Tanaman Muda

Kepala Dinas Pertanian Ir Sri Sutarni mengemukakan, serangan hama keong mas harus diwaspadai. Hama tersebut menyerang tanaman muda. Jika tanaman sudah tua, keong tak mau menyerang karena tanaman sudah keras.

Memang untuk membasmi hama tersebut petani harus telaten. Caranya, mengambil keong di areal pesawahan satu per satu untuk dimusnakan.

"Biasanya para petani langsung meletakkan keong di jalan agar terlindas mobil atau motor yang lewat."

Namun, ujar dia, daging keong sebenarnya aman dikonsumsi manusia. Sebelum dimasak, daging keong direndam dulu dalam air kapur. "Bila dikonsumsi langsung bisa menimbulkan rasa pusing. Hama tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak terutama bebek," tuturnya.(G10-14j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA