| Sabtu, 01 Mei 2004 | SALA |
Kehadiran Bajaj Dikhawatirkan Memunculkan Masalah BaruSOLO- Kehadiran tranportasi umum baru jenis bajaj di Kota Solo, ternyata menimbulkan kekhawatiran bagi Kasatlantas Polresta Surakarta AKP Sarini. Menurut dia, jika tidak disosialisasikan dengan benar, keberadaannya bisa menimbulkan benturan dengan angkutan tradisional yang terlebih dulu ada. "Bajaj memang telah dikenal di Jakarta, tapi bagi warga Solo hal tersebut tergolong baru. Karena itu, diperlukan sosialisasi menyangkut keberadaannya, karena sudah ada becak. Jangan sampai keberadaan bajaj justru menimbulkan masalah," katanya. Menurut dia, bukan berarti pihaknya alergi terhadap modernisasi angkutan umum. Namun ada baiknya pengelola bajaj juga menyadari posisinya sebagai pendatang baru. "Masalah itu akan kami koordinasikan dengan DLLAJ sebagai pihak pemberi izin trayek. Hingga kini, persoalan tersebut belum kami bahas bersama," papar dia. Sarini menyatakan pihaknya juga belum membahas hal itu pada tingkat ke wilayahan. "Saya kira pemasaran bajaj itu tidak hanya terpusat di Solo, tapi juga wilayah sekitarnya. Karena itu, mungkin persoalan tersebut dalam waktu dekat akan dibahas secara khusus di Polwil." Masalah Trayek Karena menyangkut masalah trayek, dia berharap keberadaan bajaj tidak bersingggungan dengan becak. Kondisi akan menjadi lain jika nanti pengemudi angkutan tradisonal itu bersedia beralih ke bajaj. "Jangan sampai bajaj menggusur nafkah para tukang becak. Sebab, posisi mereka kini sudah di pinggir maka jangan dipinggirkan lagi." Apakah lalu lintas di Solo yang sudah padat tidak bertambah semrawut dengan kehadiran bajaj? "Masalah itu, saya rasa telah menjadi pertimbangan pihak pemberi izin. Jika akan menimbulkan masalah baru, tentunya izin tidak bakal diberikan. Namun, terus terang yang lebih berhak menjawab masalah ini adalah DLLAJ." Menurut Sarini, bagi jajaran Satlantas tanggung jawab pokoknya terletak pada upaya pengaturan lalu lintas agar tetap lancar dan tertib, bukan pada perizinannya. "Kami harus tetap mengupayakan agar lalu lintas di Solo lancar." (san-17i) |