logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Mei 2004 SALA
Line

Lima Perampok PO Rosalia Ditangkap

SOLO- Tabir gelap beberapa aksi perampokan yang terjadi di wilayah Surakarta beberapa tahun silam, satu persatu tersingkap. Setelah kasus Goro, kasus perampokan yang menewaskan Muchson (61) sopir pribadi bos PO Rosalia Indah di daerah Plosorejo, Karanganyar, Juli 2003 lalu, juga terungkap.

Lima pelakunya, menurut Kapolwil Surakarta Kombes Drs Hasyim Irianto SH, dapat ditangkap di sejumlah kota. Mereka adalah Purnadi (28) dan Arif mengaku asal Yogyakarta. Kemudian, Supri (31) warga Jatim ditangkap di Batam.

Adapun Alip (32) yang tercatat sebagai warga Jatim kini mendekam di LP Batam, karena dia terlibat aksi kejahatan di sana. Terakhir, Dewi (33) warga Mojokerto. "Jadi selain Alip, keempat orang perampok itu telah diamankan di Mapolres Karanganyar. Jumlah anggota kawanan itu lima orang," paparnya.

Penguraian kasus-kasus perampokan berat di wilayah kerjanya itu, diakuinya begitu berat. Keberhasilan itu berkat kegigihan anggota jajarannya dalam mengejar pelaku. Keberhasilan juga atas bantuan jajaran Polda Jatim. "Kawanan perampok Rosalia Indah itu tertangkap setelah kami melakukan penyidikan intensif terhadap tersangka Purnadi," katanya.

Adapun nama tersangka Purnadi muncul setelah anggota tim gabungan Polwil Surakarta dan Karanganyar tidak henti-hentinya mengorek keterangan dari anggota kawanan Perampok Pacitan, yang kini ditahan di Mapolda Jatim. Sindikat perampok itu diotaki Husein dengan lima orang anggotanya.

Mereka adalah Hidayat (30) dan Solihin (40) yang mengaku dari Sumber Waru, Jember. Kemudian, Khoridi (30) dan Abdul Rahman (37) warga Madura. Selain itu Slamet Wiyadi asal Tambak Sari, Surabaya. "Kawanan Peranpok Pacitan itu ibaratnya buku induk yang menyimpan file para pelaku kejahatan antarprovinsi. Mereka juga terlibat kasus Goro Assalam."

Anggota Tim

Karena itu, lanjut dia, setelah mendapatkan nama-nama para pelaku serta posisinya, langkah selanjutnya adalah menyebarkan anggota tim ke lokasi penyergapan.

"Ada yang mudah ditangkap, tapi ada pula yang harus disanggong beberapa hari. Beruntung, kami memiliki anggota tim yang berdedikasi tinggi untuk mengungkap kasus itu," paparnya lagi.

Semenatara itu, soal pelaku yang menembak mati Muchosn, sopir pribadi bos PO Rosalia Indah Suroso, Kapolwil meminta wartawan menanyakan langsung ke Polres Karanganyar. Menurut Kapolres AKBP Amrin Remico mengutip keterangan tersangka Purnadi, yang diduga kuat mengeksekusi Muchson adalah Supri."Terus terang, pengakuan itu belum final sebab belum diakui tersangka Supri. Kecuali Purnadi, yang lain memang belum diperiksa secara intensif," kata Kapolres melalui Kasatreskrim AKP Suharyanto, kemarin.

Dia berharap, kasus-kasus kejahatan lain yang dilakukan kawanan itu dapat pula terungkap. "Siapa tahu, mereka mengenal banyak tentang para pelaku perampokan gaji karyawan PDAM Solo yang hingga kini belum ada titik terangnya," paparnya.

Sebagaimana diwartakan (Suara Merdeka, 22/7 2003) kawanan perampok itu membawa kabur uang Rp 200 juta, setelah menembak mati sopir pribadi bos PO Rosalia Indah, Palur, Muchson (61). Aksi kejahatan sadis itu, terjadi setelah korban yang mengendari mobil Mitshubisi Pajero mengambil uang setoran dari SPBU Rosalia di Palur. Korban dihabisi di tengah perkampungan Desa Plosorejo, Karanganyar. (san,G8-17i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA