logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Mei 2004 SALA
Line

Diduga Ulah Pemburu Harta Karun

Makam Bupati Pertama "Amblong"

WONOGIRI- Menjelang peringatan Hari Jadi Ke-263 Wonogiri yang tepatnya jatuh pada 19 Mei 2004 mendatang, makam Bupati Wonogiri pertama, RNG Djojo Soedharso, amblong (ambrol-Red). Kasus ini mengundang beragam spekulasi pendapat dari masyarakat.

Kejadian itu diduga karena gerusan air hujan. Namun di lain pihak, beredar isu lubang itu dibuat oleh oknum tak bertanggung jawab sebagai upaya mencari harta karun. Namun isu negatif ini dibantah oleh juru kunci, Ny Parti.

"Kalau betul itu lubang dibuat orang, semestinya ada bekas buangan tanah galiannya. Padahal kenyataannya tidak pernah ada bekas buangan tanah penggalian," tegasnya.

Di Puncak Bukit

Letak makam Bupati Wonogiri pertama ini, berada di puncak Bukit Ngambarsari Dusun Dringo Desa Wonoharjo Kecamatan Nguntoronadi. Mobil tidak dapat sampai ke puncak bukit. Sebab kondisi jalan sangat jelek dan menanjak tajam.

"Saya tahu amblong-nya makam Kanjeng Bupati itu sebenarnya sudah sejak sekitar sebulan yang lalu saat masih ramai orang kampanye pemilu," kata Suripto, petani yang mempunyai ladang di lereng timur Bukit Ngambarsari.

"Rumiyin ketingal mlompong bolong lebet sanget (Dulu terlihat berlubang dalam sekali-Red)," tutur juru kunci makam, Ny Parti (72).

Dia mengatakan tidak tahu mengapa makam Kanjeng Bupati itu tiba-tiba amblong. Dugaan sementara, hal itu disebabkan adanya gerusan air hujan yang mengikis ke arah dalam bawah nisan.

Penjelasan yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Desa (Kades) Wonoharjo, Zaini Rosyidi. Dia menolak dugaan adanya pihak tak bertanggung jawab dalam kaitannya berburu harta karun yang dimungkinkan terdapat pada lubang pemakaman.

"Saya rasa kecil kemungkinannya ada pihak pemburu harta karun yang kemudian tega membuat lubang di makam itu," ujar Kabag Humas Pemkab Wonogiri Eko Muslich Martono SE MM dan Kasubab Pemberitaan Humas Drs Mulyanto.

Urukan Pasir

Kedua pejabat Kabupaten Wonogiri ini, Jumat (30/4), secara khusus meninjau lokasi makam dan memeriksa dalam upaya perbaikan kembali lubang makam yang ambrol.

Kabag Humas mengatakan, begitu mendapatkan laporan makam itu amblong, Bupati H Begug Poernomosidi SH segera memerintahkan Bagian Pembangunan dan DPU Wonogiri untuk memperbaiki. Upaya perbaikan dilakukan dengan menguruk lubang makam dengan pasir.

Juru kunci, Ny Parti menuturkan, bagian yang dulu amblong itu berada di sisi barat nisan makam Kajeng Bupati. "Semula berlubang dalam sekali. Kalau tidak lagi terlihat, karena lubang telah diuruk pasir hingga satu setengah meter kubik," tuturnya.

Makam Kanjeng Bupati ini diberi batu nisan yang dilapisi tegel keramik putih. Di bagian depan terdapat lempengan marmer berbunyi "RNG Djojo Soedharso Bupati Ke I jang Bebadhra (mendirikan) Kota Wonogiri MN (Mangkunegaran-maksudnya)." Di samping timurnya terdapat nisan bertuliskan Eyang RNGt Joyo Sudarso yang juga permaisurinya.

Di deret depannya, terdapat makam RNG Djojo Handojo Wedana Gunung Baturetno, makam Eyang RNGt Joyo Sudarso Pakadiwati, RAJ Djojo Sudarso, RNG Djajeng Pralebdo. Di depan agak ke bawah, beberapa makam kerabat Kanjeng Bupati. Kompleks pemakaman ini merupakan kuburan khusus keluarga Kanjeng Bupati.(P27-14i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA