| Sabtu, 01 Mei 2004 | PANTURA |
Pangdam Lepas 765 Personel Yon 407 SlawiSLAWI- "Siap ya diterjunkan di Aceh?" tanya Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sunarso kepada Kopka Yustinus, salah seorang personel Batalyon (Yon) Infantri 407/Padmakusuma, Ujungrusi, Slawi. "Siap panglima. Mohon izin untuk menjawab. Siap mati di Aceh," jawab Kopka Yustinus dengan kalimat keras dan tegas. "Anda harus siaga terus ya, tapi jangan mati konyol di Aceh," tutur Pangdam saat memeriksa kesiapan batalyon itu sebelum diberangkatkan ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pangdam menyebutkan, selama ini banyak kejadian prajurit tertembak baik luka-luka maupun akhirnya tewas saat sedang tidak bertempur atau baku tembak. Misalya, ketika sedang menelepon keluarganya atau pacarnya di wartel atau saat apel di rumah pacarnya di Aceh. "Dengar ya perintah saya. Perhatikan perintah komandan. Prajurit kalau sedang bertugas harus terus siaga. Jangan sampai lengah sedikit pun. Apalagi karena hal sepele, tewas tertembak. Jadi, memang sering kegagalan bertempur karena hal-hal yang sepele seperti ini," tutur Pangdam yang memeriksa 765 personel batalyon itu yang akan diberangkatkan ke Aceh Selatan, terutama di wilayah Gayo, Alas, Takengon, dan Singkil. Personel sebanyak itu, kata dia, akan bergabung dengan satu kompi Batalyon Kaveleri (Yonkav) Turangga Seta, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang juga akan diberangkatkan. Di wilayah tersebut mereka akan memperkuat personel lain dari Kodam IV/Diponegoro yang telah diberangkatkan sebelumnya. Masing-masing satu batalyon dari Yon 405, Yon 406, Yon 408, dan 400 personel Raiders. Baru Delapan Bulan Pangdam menyebutkan, prajurit Yon 407/Padmakusuma sebenarnya baru sekitar delapan bulan lalu selesai bertugas dari Attambua. Namun, panggilan negara dan tugas yang harus diemban membuat mereka diberangkatkan kembali ke daerah konflik di NAD. Selain memeriksa kondisi fisik dan kesehatan prajurit, kelengkapan peralatan tempur, radio komunikasi, dan dapur umum juga dipertanyakan. (D12-74e) |