logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Mei 2004 PANTURA
Line

Mushala dan Lima Rumah Retak

  • Diduga akibat Tiang Pancang Stadion

PEKALONGAN - Masyarakat Kraton Kidul kini dikejutkan oleh keretakan Mushala Al Mujahidin dan lima rumah di sekitar lokasi proyek Stadion Kraton. Mereka menduga keretakan dinding bangunan itu terjadi saat pemasangan tiang pancang beberapa waktu lalu.

Lima rumah yang retak yaitu milik Faturahman, Abdul Hamid, Saal, Kasbollah, dan Imron. Selain temboknya retak, lantainya juga retak dan ambles. Karena itu, mereka menuntut kontraktor PT Bangun Makmur Utama (BMU) memberikan ganti rugi kepada warga.

Rohman, warga sekitar yang ditemui kemarin menjelaskan, tuntutan warga itu menguat setelah pagar Stadion Kraton yang sedang dibangun ambrol 10 meter.

Bangunan itu ambles karena tanah dasarnya tergerus hujan lebat, Rabu malam.

"Seandainya pagar stadion lama sudah dirobohkan, tanah dan pagar yang sedang dibangun longsor maka akan menyambar mushala dan rumah warga. Namun, kami masih beruntung, longsoran tanah tertahan pagar stadion lama," kata Rohman.

Ganti Rugi

Dari peristiwa itu, keinginan warga menuntut ganti rugi kepada kontraktor menguat.

"Kami sudah mengajukan permohonan ganti rugi, tetapi kontraktor hanya akan memperbaiki yang rusak dengan mengirim pasir satu songkro. Warga menyatakan menolak ganti rugi itu," katanya.

Dia menjelaskan, kalau kontraktor hanya memperbaiki yang rusak dengan menambal semen dan pasir, itu tidak sebanding dengan kerusakan. "Mungkin kalau hanya memperbaiki yang retak, hanya dengan 5 kg semen sudah cukup. Padahal, kekuatan bangunan tidak bisa diandalkan lagi," katanya.

Mereka menyatakan, keretakan terbesar terjadi pada musala yang menganga hingga beberapa sentimeter dari bawah hingga atas. Rumah-rumah penduduk ada retak membujur dan melintang.

Sementara itu, Manager PT BMU Dicky Hermawan yang dimntai konfirmasi mengakui, ada lima rumah yang retak dan satu mushala yang telah dilaporkan kepadanya. "Saya sudah mengecek ke lokasi dan kami bersedia memperbaikinya," kata dia.

Meski demikian, semua itu akan diselesaikan dalam pertemuan dengan warga, Sabtu ini. "Kami akan mendengarkan keinginan warga. Setelah itu dicari jalan terbaik, sehingga masalahnya dapat diselesaikan dengan baik pula. Pokoknya, kami akan bertanggung jawab atas kerusakan itu," tandasnya. (A15-74e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA