| Sabtu, 01 Mei 2004 | NASIONAL |
Penonton Puas dengan Penampilan Ki MantebBUDAPEST - Penampilan prima disuguhkan dalang kondang Ki Manteb Soedharsono saat menggelar lakon Brubuhan Alengka (Dasamuka Lena). Lakon ini membawa wayang Indonesia memperoleh penghargaan dari Unesco. Pakeliran padat sepanjang 65 menit itu benar-benar dibawakan dengan apik. Penonton pun sangat puas. Apresiasi tinggi juga diperlihatkan para penonton yang memadati Gedung Pataky Budapest, yang biasa digunakan untuk konser pertunjukan opera. Gedung berkapasitas 500 orang itu dipenuhi penonton bule, termasuk beberapa duta besar dari berbagai negara yang diundang dubes Indonesia untuk Hungaria, Sapartini Singgih. Wartawan Suara Merdeka Joko Dwi Hastanto dari Budapest melaporkan, penonton yang hanya memegang sinopsis cerita, ternyata bisa mengikuti jalannya pakeliran. Beberapa kali mereka tertawa lepas ketika Ki Manteb menampilkan geculan (humor dengan gerakan wayang) yang dilakukan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, atau saat peperangan antara bala kera dengan raksasa Alengka. ''Saya sangat salut. Karena itu menunjukkan penonton memahami betul kesenian. Mereka tahu ini gerakan lucu atau adegan humor, meski tidak mengetahui bahasa yang digunakan. Ini cukup membanggakan saya,'' kata Ki Manteb. Bahkan harus diakui, penampilan Ki Manteb merupakan yang terbaik selama berada di Eropa. Soedarko Prawiroyudho, Sekjen Pepadi yang mengatur pakeliran selama pentas di beberapa negara mengakui hal itu. ''Saya juga heran, kenapa kali ini Pak Manteb mainnya lepas sekali, berbeda dari penampilannya di negara yang lain,'' jelas dia. Yang juga membanggakan, penonton ternyata memadati gedung pertunjukan tersebut. Ardi Hermawan staf Kedutaan Budapest mengatakan, pada saat yang bersamaan, di Budapest juga dilangsungkan pertandingan kesebelasan Hungaria melawan Brasil. ''Kami sempat khawatir pertunjukan Pak Manteb tidak ada yang menonton. Tetapi ternyata apresiasi penonton seni di sini luar biasa. Mereka tidak peduli ada sepak bola. Mereka memilih menyaksikan wayang kulit,'' kata dia. (58i) |