| Sabtu, 01 Mei 2004 | MURIA |
Dicabut, Laporan Pemukulan Anggota PPKPATI - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kayen, Pati, akhirnya mencabut pengaduan soal pemukulan anggotanya, H Sudarman SAg MM, oleh salah seorang pendukung Partai Golkar, Sujadi, ke Polsek Kayen. Menurut keterangan Ketua DPD Partai Golkar H Poernomo, peristiwa yang terjadi pada Rabu (7/4) kurang lebih pukul 11.00 itu akibat kesalahpahaman. Peristiwa itu akhirnya dilaporkan ke Polsek Kayen. Tembusan laporan itu juga dikirim ke beberapa pihak termasuk semua Panwas Pemilu kecamatan se-Kabupaten Pati. Selain Sujadi, pendukung Partai Golkar yang waktu itu ikut dilaporkan adalah Subali. Namun, pada perkembangan berikutnya, diketahui meskipun waktu kejadian berada di pendapa kecamatan, Subali tidak ikut terlibat. Lalu, permasalahan antara Subali dan korban pun diselesaikan secara kekeluargaan. Dalam pertemuan pada Senin (26/4) lalu, kedua pihak bersikap legawa atas kejadian tersebut. Karena itu, jelas Poernomo, secara pribadi dan kelembagaan pihaknya minta maaf. "Sebab, kesalahpahaman itu bisa terjadi di antara siapa saja. Namun, kerelaan untuk menerima kejadian tersebut tentu membutuhkan kesabaran tersendiri," ujarnya. Risiko Anggota PPK yang menjadi korban pelapor, H Sudarman SAg MM, ketika dihubungi mengakui hal terseut. Meskipun kejadian itu terjadi ketika dia sedang melaksanakan tugas persiapan penghitungan suara di tingkat PPK, secara pribadi dirinya tidak akan memperpanjang permasalahan. Dengan demikian, begitu ada upaya menyelesaikan secara kekeluargaan, dia bisa menerima, sepanjang lembaganya juga tidak mempermasalahkan. Dalam menyikapi masalah tersebut, lembaganya pun tak jauh berbeda. Itu semua dianggap sebagai risiko dalam melaksanakan tugas. Karena itu, PPK secara resmi mencabut pengaduannya. "Keputusan tersebut diambil setelah melalui musyawarah dengan pihak terkait pada Senin (26/4) malam." Seperti dikabarkan (SM, 10/4), anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kayen, Pati, H Sudarman SAg MM, menjadi korban pemukulan pendukung Partai Golkar, Sujadi. Hal tersebut diduga sebagai buntut penghitungan suara pemilu. (ad-34e) |