| Sabtu, 01 Mei 2004 | KEDU & DIY |
Soal Swalayan BaruPemkab Serap Aspirasi Dua PihakKEBUMEN - Pemkab Kebumen tetap memperhatikan aspirasi dua pihak, baik yang setuju maupun yang menolak swalayan baru. Pihaknya juga bersedia menjadi mediator untuk menjembatani pihak yang pro dan kontra terhadap rencana pengoperasian toko serbaada itu. ''Kami berencana mendengarkan aspirasi kedua pihak. Bagaimanapun keduanya sama-sama aset yang harus kita perhatikan,'' jelas Sekda H Suroso SH menanggapi polemik pembangunan swalayan di Jl Kusuma, baru-baru ini. Menurut Sekda, adalah kenyataan bahwa berkembangnya perekonomian daerah diikuti peningkatan sarana toko dan pasar. Perkembangan ekonomi modern tersebut menjadi indikator positif bagi pemekaran dan kemajuan daerah. Namun Suroso mengatakan, Pemkab tetap berempati terhadap pedagang kecil. Sekecil apa pun suara pedagang perlu didengarkan dan dicarikan solusi, meski belum tentu suara itu mencerminkan aspirasi mayoritas pedagang di Kebumen. Untuk diketahui, saat ini seorang pengusaha muslim berminat membangun swalayan di Jl Kusuma, sebelah timur pertigaan Wonoyoso. Pengusaha itu akan membuka usaha toko dua lantai guna menyerap tenaga kerja serta meramaikan daerah Kebumen. Namun rencana itu ditentang keras sekelompok pedagang dan aktivis mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (Stainu) Kebumen. Mereka khawatir kehadiran swalayan baru bakal makin mengurangi pendapatan dan mematikan pedagang kecil di pasar serta warung. Tak Terpengaruh Beberapa pedagang di Pasar Tumenggungan menanggapi rencana swalayan itu dengan sikap berbeda. Namun mayoritas pedagang sebenarnya mengaku tidak begitu terpengaruh. ''Ada atau tidak ada swalayan, memang di dalam pasar ya begini, ajek,'' ucap seorang pedagang asal Selang. Hal senada diungkapkan beberapa pedagang penjual tikar, buah, sayur, dan penghuni kios di bagian barat. (B3-76c) |