logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Mei 2004 INTERNASIONAL
Line

Thailand Tingkatkan Perburuan

PATTANI - Warga muslim di sepanjang perbatasan Thailand, kemarin, melakukan shalat jumat dalam perasaan muram, karena pasukan keamanan meningkatkan buruan mereka di sekitar wilayah bergejolak terhadap apa yang disebut pejabat pemerintah sebagai ''separatis''.

Thailand melakukan pengejaran sejak aksi kekerasan Rabu di tiga provinsi di Thailand selatan, tempat tentara dan polisi membantai 108 orang yang hanya menggunakan parang dan senjata sederhana setelah diserbu dalam serentetan serangan subuh.

Jumlah korban tewas itu, yang telah membuat suram kesan wisata Thailand ''Tanah Penuh Senyum'', diumumkan kemarin setelah satu dari beberapa anggota kelompok separatis tewas akibat luka parah, kata beberapa tentara.

Lima anggota pasukan keamanan juga tewas dalam serangan subuh itu. ''Mereka yang melakukan aksi tersebut termasuk 'separatis', penjahat, dan penyelundup narkotika, tapi kelompok yang ingin memisahkan diri dari Thailand merupakan pemain utama,'' kata Mendagri Bhokin Balakula kepada para wartawan.

Pariwisata Terpengaruh

Seorang jenderal senior mengatakan Angkatan Darat, yang berhasil memadamkan aksi pergolakan di daerah perbukitan dan miskin tahun 1970-an dan 1980-an itu, kemungkinan besar akan menghadapi kelompok perlawanan yang lebih besar.

Para pejabat wisata resah setelah Organisasi Pembebasan Persatuan Pattani memperingatkan wisawatan agar menjauh dari provinsi paling selatan Thailand itu, juga lokasi wisata Phuket dan Krabi.

''Warga Pattani tidak akan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang akan menimpa Anda setelah peringatan itu dikeluarkan,'' kata kelompok tersebut lewat Web site.

Kelompok bayangan itu, yang diperkirakan tidak aktif lagi sejak tahun 1980-an, tidak memberikan rincian tentang peringatan tersebut.

Australia meminta warganya agar tidak mengunjungi wilayah itu - anjuran yang dikeluarkan AS tiga pekan lalu - sementara pemerintah Inggris minta kepada warganya agar lebih berhati-hati.

''Situasi ini kemungkinan akan memengaruhi seluruh wisawa Thailand, juga kesan negeri itu. Peringatan dari negara-negara asing tentang keadaan di Thailand selatan juga akan memperburuk pariwisata,'' kata ketua Otoritas Wisata Thailand, Juthamas Siriwan.

''Kami melihat dampaknya dalam tiga bulan kedua. Sejauh ini, beberapa kelompok wisatawan Jepang telah menangguhkan lawatan untuk mengadakan seminar di sini (Thailand),'' jelasnya.

Serangan tersebut, yang terjadi sejak Januari dan mengarah kepada dimensi baru, telah menimbulkan kekhawatiran akan adanya penyetiran lewat jaringan kelompok garis keras internasional seperti Al Qaedah, atau afiliasinya, Jamaah Islamiyah. (ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA