| Sabtu, 01 Mei 2004 | INTERNASIONAL |
AS Serahkan Kendali Pengamanan FallujahFALLUJAH - Marinir AS (USMC), Jumat kemarin, menyerahkan kendali pengamanan Fallujah kepada seorang mantan jenderal Garda Republik, pasukan yang sangat ditakuti semasa rezim Saddam Hussein. Penyerahan kendali pengamanan itu merupakan upaya untuk mengakhiri pengepungan selama sebulan, yang menewaskan ratusan orang di kota tersebut dan membuat marah warga Irak. Dalam suatu perubahan dari kebijakan Washington untuk tidak memberikan kekuasaan kepada anggota rezim Partai Baath pimpinan Saddam, Jasim Mohamed Saleh mengatakan kepada Reuters bahwa tentaranya akan membantu polisi dan pasukan keamanan Irak lainnya untuk menciptakan ketertiban di Fallujah. Komandan USMC, yang menarik pasukan dari posisi mengepung kota berpenduduk 300.000 jiwa itu, mengatakan mantan panglima Divisi Infanteri ke-38 Garda Republik tersebut akan memimpin sekitar 900 eks serdadu Irak untuk menggantikan pasukan Amerika. Bentuk Pasukan ''Kami telah mulai membentuk pasukan militer darurat baru, untuk membantu Korps Pertahanan Sipil dan polisi Irak menyelesaikan misi menciptakan keamanan dan stabilitas di Fallujah, tanpa keberadaan tentara Amerika, yang ditolak warga kota ini,'' kata Saleh. Kepala polisi Fallujah membenarkan adanya kesepakatan tersebut kepada Reuters. Ratusan orang mengelu-elukan mantan jenderal itu, ketika dia memasuki kota dengan mengenakan seragam lengkap kemarin sore. Seorang kerabat mengatakan, Saleh menjabat kepala staf sebuah brigade Garda Republik, suatu pasukan elite pimpinan Saddam Hussein yang memberikan perlawanan sengit terhadap pasukan invasi AS setahun lalu. Semua perwira tinggi pasukan itu diperkirakan juga merangkap anggota Partai Baath. Letjen James Conway, perwira tinggi USMC di Irak, mengatakan kepada The New York Times bahwa unit baru itu akan diberi nama Batalyon Pertama Brigade Fallujah. USMC mundur dari posisi-posisi di sisi selatan dan barat Fallujah. Namun mereka tampaknya masih bertahan di daerah-daerah basis kaum Sunni di Distrik Golan sampai bagian utara kota itu. Di daerah-daerah tersebut, pasukan USMC mendapat perlawanan sengit dan terpaksa memanggil pesawat pengebom Kamis malam untuk memborbardir gerilyawan Sunni. Masih belum jelas pengaruh apa yang dimiliki pasukan baru Irak tersebut di Fallujah terhadap sekitar 2.000 gerilyawan. Sebagian gerilyawan menurut para pejabat AS adalah para pengikut setia Saddam, di kota yang pernah sangat setia pada rezim yang didominasi Sunni tersebut. Sekitar 200 militan dari luar Irak juga masih aktif, kata komandan AS dan pejabat Irak di Bagdad. Perincian lebih lanjut tentang kesepakatan USMC tersebut masih sulit diperoleh. Tuntutan AS agar USMC melakukan patroli gabungan bersama polisi Irak di dalam kota Fallujah, tampaknya dibatalkan. Orang-orang yang meninggalkan rumah di Fallujah tampak antre di pos-pos pemeriksaan militer, untuk kembali ke kota tersebut. Mereka berharap, penyelesaian damai bisa dicapai dalam waktu dekat. Seorang pejabat pertahanan Amerika mengatakan, upaya-upaya untuk meraih simpati warga Irak sebelum penyerahan kedaulatan kepada pemerintah sementara Irak pada 30 Juni, harus diimbangi dengan kebutuhan untuk menunjukkan bahwa perlawanan terhadap pendudukan AS tidak bisa ditoleransi.(rtr-ben-46) |