| Sabtu, 01 Mei 2004 | EKONOMI |
Pemerintah Fasilitasi Komputer MurahJAKARTA-Tingkat penggunaan komputer oleh masyarakat menjadi indikator kemajuan bangsa. Indonesia menempati urutan terakhir di ASEAN sehingga membuat risau Kementerian Komunikasi dan Informasi. Sehubungan dengan itu pemerintah melalui kementerian tersebut memfasilitasi pembiayaan dari perbankan untuk pembelian komputer murah buatan Indonesia bermerek PCRI. JB Kristiadi, Sekretaris Menteri Negara Komunikasi dan Informasi mengatakan fasilitas pembiayaan dari perbankan sangat diperlukan dalam program yang dinamakan personal computer ownership initiative (PCOI) karena daya beli masyarakat yang menjadi target program masih rendah. "Kami memfasilitasi pembiayaan untuk usaha kecil menengah (UKM) dengan menggandeng Bank BRI," tuturnya, kemarin. PCRI merupakan usaha patungan pengusaha komputer yang tergabung dalam Forum Produsen Komputer Nasional (FPKN) yang dibentuk oleh Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo). "Saat ini rasio pengguna komputer per kapita di Indonesia baru 1%, sedangkan Malaysia 9,5%, Filipina 1,9%, Thailand 2,4%, dan Singapura 48%. Tujuan kami adalah mengurangi kesenjangan digital," ujar Ketua FKPN, Timothy Siddik. Vendor hardware yang ikut mendukung produksi PCRI adalah Intel, Samsung, Micro Star International (MSI), Kingston, dan Prolink Indonesia sehingga FPKN menjamin komputer murah tersebut cukup andal. Timothy Siddik menambahkan program PCOI sudah resmi diluncurkan setelah penandatanganan kesepakatan dengan vendor prinsipal, tetapi komputer yang akan ditawarkan seharga Rp 2 jutaan itu baru tersedia akhir Mei 2004.(wa-53) |