logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 April 2004 WACANA
Line

SURAT PEMBACA

Manfaat Kliping

Bagi para penggemar bacaan baik koran, tabloid, majalah mingguan, setelah selesai dibaca kadang ditumpuk bahkan dilempar begitu saja ibarat barang tidak berharga lagi. Ada juga yang setelah dikumpulkan kemudian dijual kiloan. Lumayan buat tambah tambah beli kebutuhan dapur.

Lain halnya dengan bahan bacaan (buku-buku). Setelah dibeli dan dibaca akan memperoleh tempat tersendiri yakni di almari atau rak buku diatur secara rapi dan menarik. Ambil contoh bacaan koran Suara Merdeka salah satu dari sekian banyak koran yang beredar di Jateng, merupakan bacaan yang banyak ragam dan menarik.

Di sini bisa dijumpai berita aktual baik daerah, ekonomi keuangan, olahraga, seni dan hiburan, wisata, warna warni dinamika kehidupan manusia (frame), mode, masakan, kesehatan dan lainnya. Sastra Jawa dan Kinanti sebagai lembaran khusus menarik juga untuk dicermati, demikian pula Graha.

Alangkah baiknya kalau dari sekian makalah yang tersaji, beberapa di antaranya dapat dijadikan bahan kliping sebelum dijual ke tukang loak. Bila perlu setelah tersusun rapi lengkap, difotokopi dan dijilid sehingga menarik. Semoga hal ini bisa sebagai bahan kesibukan daripada bengong. Tentunya bila ditekuni akan membuahkan hasil karya yang akan bermanfaat bagi anak cucu kelak.

Ambijo
Jl HM Sarbini 40, Kebumen

***

Angkat Kue Lengket

Membuat kue memang menyenangkan. Tetapi ada kalanya menjadi jengkel, bila kue yang dibuat tidak dapat diangkat karena melekat pada loyang. Ada cara praktis untuk mengatasi bisa dilakukan dengan meletakkan loyang di atas serbet yang telah dibasahi air. Diamkan beberapa saat lalu cobalah keluarkan kue dari loyang secara perlahan-lahan. Mudah kan.

Halawatul Millati
Nguwet Rt 3/Rw 3 Kranggan, Temanggung

***

Indonesia di Tangan Kita

Sesudah Pemilu 2004, what next ?. Indonesia di tangan kita sendiri. Mau dikembalikan ke masa kegelapan atau mernbangun hari depan yang cerah. Rakyat Indonesia sadarlah masa depanmu ada di tanganmu sendiri, bukan di tangan pemimpin.

Pernilu telah menunjukkan keperkasaan rakyat yang dapat merubah peta politik nasional dan modal berharga untuk memilih pimpinan nasional yang dipercaya. Jangan terlalu mengandalkan panutan atasan, sebab panutan yang sejati ada di hati nurani sendiri.

Jangan terlalu terlena janji dan bujukan orang yang kita anggap unggul, namun perbuatannya lain. Mari kita mulai membangun masyarakat terbawah yang santun dan suci serta berbudi luhur, sebab di lingkungan ini para gembong yang tidak jujur, korupsi, munafik akan gerah dan tidak betah.

Adakan gerakan masyarakat madani mulia (Ramadan) sebagai dasar untuk membangun bangsa dengan bekerja keras dan hidup sederhana. Kemakmuran hanya dapat tercapai bila mau hidup sederhana dan bekerja keras.

Jangan menggunakan prinsip berkorban sedikit untuk mendapatkan yang terbanyak, atau prinsip hidup ''menerabas" atau "potong kompas" dengan cara manipulasi, korupsi, kolusi, nepotisme (KKN). Hargai kekayaan tanah air dengan mernanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat.

Jangan anggap harta karun yang dijarah untuk diri sendiri dan para konglomerat, sebab kita akan terus miskin bila tidak menghargai kekayaan tanah air. Kita harus prihatin bila sikap koruptif meluas karena tidak berusaha mencegah dan mawas diri.

Jangan selalu menyalahkan SDM yang masih rendah. Buktinya di masa perjuangan, rakyat dan para pemimpinnya hidup sederhana, jujur, bersama berkorban jiwa raga dengan dipimpin para Bapak Bangsa. Nenek moyang dulu juga hidup laku mengurangi makan dan tidur.

Bukan malah rnengurnbar hawa nafsu korupsi kekuasaan dan korupsi kekayaan. Mari menggunakan jatidiri bangsa yang luhur untuk memberantas korupsi dan angkara murka.

Ir Santiyoso
Jl Kanguru Tengah 19, Semarang

***

Hidung Terasa Sakit

Bila Anda menderita sakit pada hidung, baik berapa bintik merah di sekitar lubang hidung sampai mengeluarkan darah atau yang sering disebut mimisan, maka dapat diantisipasi dengan menggunakan bahan - bahan sbb: Daun sirih bertemu urat sebanyak 7 lebar, 4 lembar di antaranya dipakai untuk menyumbat aliran darah yang keluar lewat lubang hidung. Sebanyak 3 lembar lainnya dipipis halus lalu bubuhkan pada hidung yang berbintik merah tersebut. Lakukan teratur pagi atau malam hari beberapa kali hingga sembuh.

Astari Muljono
Jl Puri Anjasmoro Pi /9, Semarang

***

Punya Sumber Air Namun Tetap Miskin Air

Sungguh tidak masuk akal, Ungaran yang dikatakan sebagai sumber air, tetapi kenyataan warganya mengalami krisis air dan sering tidak mendapat air. Pihak PDAM sekitar bulan November 2003 menyampaikan selebaran yang isinya dengan alasan debit air berkurang maka air akan mengalir 2 hari sekali.

Bila dicermati, pada musim penghujan air akan mengalir seperti sedia kala setiap hari. Tetapi nyatanya berlanjut sampai bulan-bulan berikutnya tanpa pemberitahuan lagi. Dan ironisnya justru pada musim penghujan air sering sama sekali tidak sampai di lokasi kami Jl Gedang Raja Raya III, V, VI Perum Gedang Asri Ungaran.

Hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi, karena Ungaran terkenal dengan sumber airnya. Kadang yang lebih menyakitkan setiap hari nampak lalu-lalang tangki pengangkut air bersih dari Ungaran ke Kota Semarang. Sementara daerah asal air rakyatnya kehausan tidak kebagian air. "Ibarat tikus mati di lumbung padi".

Lewat Surat Pembaca ini kami mengharap pihak PDAM dan Pemkab (Bpk. Bupati) bahkan DPRD Ungaran bisa memikirkan dan mencarikan jalan keluarnya demi kesejahteraan masyarakatnya. Kami ini rakyat Ungaran. Apa arti Ungaran Kota Serasi kalau keadaannya seperti ini terus-menerus.

Drs Darso
Jl Gedang Raja V/72 A Gedang Asri, Ungaran

***

Mana Tanggung Jawab Panitia FEC SMA 2

Tanggal 25 April 2004 anak saya mengikuti FEC (Fantastic English Competition) yang diselenggarakan oleh Osis SMAN 2 Semarang bekerja sama dengan Study World.

Hasil pengumuman pertama, anak saya dari SMP 2 termasuk salah satu yang masuk final. Namun karena ada kesalahan perhitungan (menurut panitia) kemudian diralat tanpa penjelasan dan menghasilkan pengumuman kedua, sehingga anak saya diganti peserta lain.

Setelah ditelusuri oleh Kasek SMP 2 dan guru pembina, ternyata nilai yang sebenarnya adalah seperti pengumuman pertama. Setelah diprotes berdasarkan data, pihak panitia meminta maaf dan merevisi sehingga hasilnya seperti pengumuman pertama.

Tapi pengumuman sudah telanjur diberikan kepada pemenang hasil pengumuman kedua. Bagaimana tindak lanjut panitia setelah permintaan maaf dengan hasil yang baru.

Mohon tanggung jawab juri dan panitia. Sekarang bukan zamannya lagi berbuat sesuatu dengan cara apa pun untuk memenangkan perlombaan Kepada Ka.Diknas Kota Semarang agar menjadi perhatian.

Drg Retno Budi Astuti
Semarang Indah Blok B-4/ 6 A Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA