| Jumat, 30 April 2004 | SEMARANG |
Panwas Rebutan Mobil DinasSALATIGA - Empat anggota Panwas Pemilu Kota Salatiga mempermasalahkan pemakaian mobil dinas Kijang H-9507-EB yang selama ini dimonopoli ketuanya, Drs Saifuddin Zuhri. Mereka menginginkan agar penggunaan satu-satunya mobil dinas tersebut secara bergantian. Sebab, seorang wakil ketua dan tiga anggota Panwas hanya mendapat jatah sepeda motor. Untuk mengurai masalah itu, Kamis (29/4), seluruh anggota Panwas Pemilu mengadakan pleno. Hasilnya, agar tidak terjadi saling iri, semua kendaraan dinas Panwas Pemilu Kota Salatiga, yakni sebuah Kijang dan lima sepeda motor dikandangkan di Kantor Panwas. Namun, kesepakatan itu diingkari oleh Saifuddin Zuhri. Lima sepeda motor dinas anggotanya sudah dikandangkan, hanya mobil Kijang yang masih tetap dibawa pulang ke rumahnya. Menurut sumber kejadian itu berawal ketika sebagian anggota Panwas merasa risi atas sikap ketuanya yang dianggap memonopoli penggunaan Kijang dinas itu. Pasalnya, ketika ada seorang anggota yang bermaksud meminjam, ternyata tak diperbolehkan. Dari persoalan itulah, akhirnya dalam rapat pleno tersebut diputuskan agar mobil kijang dan 5 sepeda motor dinas Panwas dikandangkan. Saat itu ketuanya menyatakan setuju. Sebagai tindakan realisasi dari rapat, kelima motor akhirnya dikandangkan. Namun, ketika giliran Saifuddin diminta untuk mengandangkan mobil dinasnya, dia tidak melaksanakan. Dia tetap membawanya pulang ke rumah. Setelah motor dikandangkan, para anggota Panwas sama-sama naik angkota untuk pulang ke rumah masing-masing. Saifuddin saat dihubungi membantah telah ada rapat pleno yang memutuskan pengandangan kendaraan operasional. (A2-73k) |