logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 April 2004 INTERNASIONAL
Line

Mimpi Indahnya pun Menjadi Kenyataan

CANBERRA - Pada suatu waktu di Pulau Tasmania, Australia, hiduplah seorang gadis cilik yang senang bersolek seperti putri raja. Kini, 32 tahun kemudian, impiannya akan jadi kenyataan.

Mary Donaldson, demikian nama gadis itu (yang sekarang eksekutif pemasaran yang glamor), bakal menikah dengan Putra Mahkota Frederik dari Kerajaan Denmark, 14 Mei nanti.

Namun, bukan kali pertama ini seorang gadis Australia menikah dengan anggota suatu kerajaan Eropa yang masih memiliki mahkota.

Kisah mirip dongeng itu memukau Australia, bekas koloni Inggris yang tidak pernah memiliki keluarga raja sendiri. Pernikahan Mary-Frederick akan disiarkan langsung TV secara nasional. Sejumlah warga Australia dilibatkan untuk memberikan dukungan yang khas.

"Dia bagaikan Lady Diana kami. Dan dia tampaknya sangat khusus," kata Matt Campbell, programer televisi SBS (Special Broadcasting Service), yang akan menyiarkan pernikahan tersebut.

"Seluruh Australia terpesona. Sebab, seberapa sering orang melihat gadis Australia menikah dengan pangeran yang sesungguhnya? Ini mungkin tidak akan terjadi lagi."

Kisah cinta keduanya dimulai pada 2000. Ketika itu Mary bertemu dengan putra mahkota salah satu kerajaan tertua di Eropa tersebut, saat minum-minum pada acara Olimpiade Sydney.

Sang pangeran bersantai bersama tim layar Denmark. Gadis Australia itu tidak mengetahui siapa pria tersebut sebenarnya, tetapi keduanya langsung saling terpikat.

"Kami punya pertalian pikiran yang luar biasa," kata Donaldson, belakangan. "Dia mempesona, punya selera humor, dan sangat baik hati."

Tak Punya Skandal

Dalam beberapa bulan, koran-koran Denmark melaporkan bahwa seorang wanita misterius Australia telah menjerat hati pangeran berusia 35 tahun itu, yang merupakan putra sulung Ratu Margrethe dan Pangeran Henrik.

Wanita kebanyakan yang misterius itu diidentifikasi sebagai Mary Donaldson, lulusah fakultas hukum dan perdagangan. Dia kurang dikenal di lingkungan sosial Sydney yang gemerlap, namun langsung muncul ke permukaan.

Meskipun media menelusuri sekolah-sekolah, universitas, kelab malam, dan kelab yacht untuk mendapatkan berita heboh mengenai Mary, ternyata tidak ada skandal yang pernah menyangkut calon putri tersebut.

Hubungan keduanya memasuki babak baru pada 2002, ketika Mary Donaldson pindah ke Denmark dan mulai mengambil kursus bahasa, sejarah, dan etika Denmark.

Oktober lalu, pasangan itu mengumumkan pertunangan mereka di Denmark. Jajak pendapat di negara itu menunjukkan, 75 persen rakyat yakin Donaldson - dengan pesona dan kecantikannya - akan menjadi ratu yang baik.

"Dia sangat fantastis," tulis sebuah koran yang beredar di Copenhagen. "Jangan heran, jika suatu saat kelak siswi-siswi Denmark bergaya meniru Mary, bukan Britney Spears."

Namun Donaldson, putri bungsu seorang dosen matematika kelahiran Skotlandia, harus menyetujui serangkaian persyaratan prapernikahan, untuk diizinkan menjadi anggota keluarga raja-raja Eropa.

Selain mempelajari segala hal tentang Denmark, dia sepakat untuk mencabut kewarganegaraan Australia, dibabtis Gereja Luther Denmark, dan menyerahkan hak-haknya atas anak-anak yang dia bakal lahirkan kepada kerajaan, andai kelak terjadi perceraian.

Pertahankan Ikatan

Namun dia bersikeras mempertahankan hubungannya dengan Australia, antara lain dengan melibatkan sejumlah warga negara itu dalam rencana pesta pernikahan selama sepekan.

Luke Mangan, salah seorang juru masak terkemuka Australia yang punya tiga restoran di Sydney, menyiapkan makan malam kenegaraan pada 8 Mei. Acara makan malam tersebut akan dihadiri Gubernur Jenderal Michael Jeffery, wakil resmi Australia dalam pernikahan tersebut.

Gubernur jenderal adalah wakil Ratu Inggris Elizabeth, yang masih memimpin Australia setelah referendum 1999 gagal menyingkirkannya (untuk digantikan presiden warga Australia sendiri).

Mangan berencana membawa ikan salmon dan barramundi Tasmania dari Northern Territory, ikan raja Australia selatan, dan anggur dari setiap negara bagian untuk keperluan pesta tersebut.

Campuran bir Tasmania dan minuman khas Denmark akan disajikan oleh Carlsberg -perusahaan bir Denmark - untuk menandai perayaan tersebut. Minuman baru itu dipasarkan sebagai "bir sampanye". (rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA