logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 April 2004 EKONOMI
Line

RSO Surakarta

Tunggu Investor Kembangkan Produksi Kaki Palsu

TAMPAKNYA dari luar hanya sebuah rumah sakit. Tetapi kalau kita masuk ke dalam, ada pemandangan yang tidak umum untuk sebuah rumah sakit. Itulah yang terjadi di Rumah Sakit Ortopedi (RSO) Prof Dr Soeharso, Surakarta. Kegiatan di rumah sakit yang luasnya mencapai lebih dari 10 hektare dan berlokasi di Pabelan, Kartasura, Sukoharjo ini, selain mengobati pasien, juga memproduksi barang -barang untuk keperluan pasien, khususnya kaki dan tangan palsu.

Maka dalam sebuah bangunan di dalam kompleks rumah sakit itu ada yang menyerupai perbengkelan atau pabrik kecil. Di ruangan itulah setiap hari diproduksi alat bantu/penguat anggota tubuh yang mengalami kelainan (ortose) dan alat pengganti tubuh yang hilang karena penyakit atau kecelakaan (protese).

Sekitar 19 tenaga trampil di gedung itu dalam setahun mampu memproduksi sekitar 600 unit ortose dan protese. Barang-barang yang termasuk ortose adalah: sepatu koreksi, short leg brace, long leg brace, splin kaki (ortose anggota gerak bawah).

Juga diproduksi splin jari tangan, splin tangan, splin lengan (ortose anggota gerak atas). Milwauke brace, taylor brace, jewett brace, korset tubuh, cervival brace dan cervival collar (ortose leher dan tubuh). Selain itu juga : tongkat, kruk, tripot, dan walker (alat bantu ambulasi).

Sedangkan barang protese meliputi protese anggota gerak bawah terdiri atas protese chopart, syme, bawah lutut dan tilt tabel, dan lain-lain. Protese anggota gerak atas misalnya protese jari tangan, bawah siku, tengah siku, atas siku, tengah bahu dan fore quanter.

Barang-barang itu diproduksi dengan sistem perpaduan antara teknologi konvensional dan modern. ''Mesin-mesin bantuan dari Jerman yang telah berumur lebih dari 20 tahun ini tetap dioperasikan,'' ujar Kepala Instalasi Ototik & Prostetik, Dr Siswarni Sp RM.

Dalam memproduksi barang, ''pabrik'' ini bekerja atas dasar pesanan. Pemesan umumnya adalah pasien rumah sakit tersebut yang akan memilih, apakah barang yang dipesan dibuat dari komponen dalam negeri atau impor.

Selisih harga barang antara bahan baku impor dan lokal, cukup besar. Protese atas lutut misalnya, kalau bahan lokal harganya hanya Rp 840.000. Sedangkan dari bahan impor harganya mencapai antara Rp 3,7 juta - Rp 28 juta. Sedangkan protese bawah lutut bahan lokal Rp 660.000 dan impor antara Rp 3 juta - Rp 13,5 juta. RSO yang didirikan tahun 1951 oleh almarhum Prof Dr R Soeharso (bagian dari Rehabitasi Centrum atau RC) ini adalah sebuah rumah sakit yang berstatus pusat rujukan nasional pelayanan ortopedi. Penyakit pada tulang, apakah karena kelainan sejak lahir atau karena kecelakaan dari seluruh Indonesia, banyak di rujuk ke sini. Karena itu sangat beralasan kalau ada pemikiran ''pabrik'' ortose & protese di rumah sakit ini layak dikembangkan.

''Kami punya anggaran terbatas,'' ujar Dr Djoko Sedijarto DTM & H ketika ditanya, mengapa instalasi Ortotik dan Prostetik tidak dikembangkan menjadi lebih besar. Ia menyatakan sangat gembira bila ada investor yang berminat menanamkan modalnya di bidang usaha ini.

Prospek Bagus

Menurut dia, pasar produksi sangat jelas, sehingga merupakan prospek bagus bagi investor. Hal lain yang mendorong perlunya ''pabrik'' ini dikembangkan adalah karena kasus kecelakaan setiap tahun bukannya berkurang, malahan terus bertambah. Ia memperkirakan setidaknya dibutuhkan suntikan dana Rp 5 miliar untuk mengembangkan ''pabrik'' itu.

Satu hal yang mungkin menjadi sedikit kendala, kalau intalasi ini benar-benar akan dibesarkan adalah persoalan SDM. Jika mesin-mesin itu digantikan dengan yang modern dan pekerjaan yang sifatnya masih dikerjakan dengan tangan lalu digantikan mesin, tentu memerlukan tenaga kerja yang lebih cekatan, trampil dan berusia muda. Hal itu mengingat usia para pekerja sudah rata-rata tua.

''Mereka rata-rata sudah berusia di atas 45 tahun. Setiap tahun sekitar dua orang memasuki masa pensiun,''ujar Siswarni. Namun wanita ini optimistis lulusan Akademi Ortotik dan Prostetik yang tahun 2003/2004 baru dibuka di Solo, akan dapat memperkuat bidang produksi instalasi ini. (Subakti A Sidik-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA