SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Kamis, 29 April 2004

- Angka mendekati 12% yang diraih Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam perolehan suara pemilihan umum (pemilu) legislatif secara nasional, menarik untuk dikonfigurasikan sebagai proyeksi pemilu presiden, 5 Juli mendatang. Angka ini jelas signifikan sebagai sebuah ''segmen'' sangat spesifik - warga Nahdlatul Ulama - yang sedang menunggu ke mana suaranya diberikan. Dalam konteks ini, sikap nahdliyyin akan ditimbang dengan melihat siapa calon pilihannya, bergantung pada nama dan figur calon presiden atau calon wakil presiden.

- Keputusan Beijing melarang pemilu langsung di Hong Kong (HK) merupakan pukulan telak bagi demokrasi di bekas koloni Inggris itu. Juga merupakan pengingkaran China atas janji untuk menerapkan "satu negara, dua sistem" yang dikemukakan saat HK dikembalikan oleh Inggris kepada China, 1997 lalu. Keputusan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional bahwa HK tidak dapat mereformasi proses politiknya tanpa pesetujuan Beijing, jelas melanggar semangat dan UUD HK.

 

WACANA koalisi sedang meramaikan suasana politik setelah pemilu legislatif yang telah terlaksana dengan relatif aman. Tidak ada yang tidak tahu bahwa langkah-langkah koalisi antarpartai yang sedang diusahakan untuk dibangun tersebut adalah untuk kepentingan perhelatan pemilihan presiden langsung yang waktu pelaksanaannya sudah makin dekat.

PERJALANAN sejarah Indonesia sebagai sebuah bangsa dengan segala romantika kebangsaannya, telah memberikan warna bagi tatanan dunia luar dan lingkungan startegis Iokal. Paling tidak yang terjadi di Indonesia, baik peristiwa sosial, ekonomi, maupun politik cukup menarik untuk dijadikan topik dalam pembicaraan di setiap diskursus.

Saya warga Indonesia yang lahir di Indonesia, tinggal di Indonesia dengan segala sesuatunya yang pokoknya Indonesia. Beberapa waktu lalu saya juga ikut terlibat dalam gawe besar Pemilu, baik sebagai pemilih maupun menjadi panitia KPPS.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA