| Kamis, 29 April 2004 | SALA |
Swadaya Masyarakat Segorogunung Rp 1,2 MiliarKARANGANYAR-Dalam pembangunan, Desa Segorogunung Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar dinilai cukup berhasil. Dalam lomba desa putaran ke-17, kemarin, Kepala Desa Segorogunung Siran melaporkan, masyarakat desa yang dia pimpin bisa menjual sayur-sayuran dan buah-buahan sekitar 15 ton per hari. Dengan demikian, dalam satu tahun masyarakat bisa menjual 5.400 ton. Jumlah itu senilai Rp 2,7 miliar. Di bidang perekonomian, kata Siran, di Desa Segorogunung sudah terdapat Koperasi Mahesa Lawu yang telah berbadan hukum dengan aset Rp 10,89 juta. Dari Kelompok Tani Sumber Rejeki juga terkumpul dana Rp 38,8 juta. ''Dilihat dari segi administrasi, kelembagaan, permodalan, dan kegiatannya sudah berjalan cukup baik. Siran melanjutkan, dalam bidang pertanahan, pada 2003 warga berhasil memohon tanah negara 54 hektare senilai Rp 6 miliar yang sebelumnya dikuasai PT Rumpun Diponegoro. Tanah negara yang seluruhnya lahan pertanian tersebut dimiliki 540 warga. Cukup Tinggi ''Penambahan lahan pertanian tersebut ternyata berpengaruh pada peningkatan pendapatan petani. Kemampuan masyarakat dalam berpartisipasi di bidang pembangunan pun menjadi cukup tinggi.'' Pembangunan yang didanai dari swadaya masyarakat, papar dia, mencapai Rp 1,2 miliar lebih. Pembangunan tersebut meliputi pembangunan kantor dan balai desa beserta kelengkapannya senilai Rp 120 juta. Pembangunan dan pengaspalan jalan 11 kilometer. Selain itu, pembangunan dan pengadaan air bersih serta MCK senilai Rp 450 juta. Sementara itu, Bupati Karanganyar Hj Rina Iriani SR SPD MHum mengatakan, lomba desa bertujuan mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri secara bergotong royong dan swadaya. Selain itu, juga untuk memacu masyarakat agar mengetahui masalah dan cara pemecahannya, meneliti, menilai keberhasilan usaha masyarakat dalam satu tahun. Hal itu sekaligus untuk meningkatkan kualitas kehidupan ekonomi, sosial, politik, dan budaya masyarakat. (G8-14e) |