| Kamis, 29 April 2004 | WACANA |
Surat PembacaBanyak Pahlawan dan Calon PahlawanSaya warga Indonesia yang lahir di Indonesia, tinggal di Indonesia dengan segala sesuatunya yang pokoknya Indonesia. Beberapa waktu lalu saya juga ikut terlibat dalam gawe besar Pemilu, baik sebagai pemilih maupun menjadi panitia KPPS. Saya heran, salut dan sangat bangga sebagai warga negara Indonesia. Ternyata di negara saya sangat banyak pahlawan dan yang ingin menjadi pahlawan. Coba... mari urutkan beberapa kejadian nyata dari pahlawan dan calon pahlawan di Indonesia sbb: - Saat menjelang Pemilu. Dari semua calon legislatif, kalau mereka memaparkan visi dan misinya katanya akan memperjuangkan kepentingan rakyat kecil dengan segala thethek bengek-nya. Juga katamya untuk mereformasi keadaan yang masih banyak dibenahi dan sebagainya. Betapa mulianya visi dan misi mereka, saya sungguh salut dan bangga. Bahkan lebih salut lagi beberapa dari mereka sampai ada yang memalsukan "ini dan itu" demi rakyat kecil, demi negara. Bukankah itu termasuk pahlawan dan calon pahlawan. - Saat setelah Pemilu. Masing-masing mengetahui partai mana dan partai siapa yang memperoleh hasil yang terbanyak, walau kata mereka tidak ada yang "kalah dan menang". Betapa bijaksana dan mulia sekali. Sekali lagi salut, heran dan bangga bahwa masing-masing partai termasuk partai besar, para pucuk pimpinan ingin dan ngotot bisa menjadi presiden. Presiden, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, yang ada dalam satu pundak seseorang saat ini sepertinya masih dalam kancah kompetisi untuk saling menduduki dan memenangkannya. Apa visi dan misi beliau-beliau ini... kurang-lebihnya sama dengan yang disampaikan para calon legislatif sebelumnya. Mereka selalu mengatakan akan membenahi kondisi negara dan bangsa ini yang katanya lagi carut-marut tidak karuan. Terima kasih kepada Bapak/Ibu para calon legislatif maupun calon presiden. Semua tahu, merasakan dan harus mengakui kondisi negara dalam keadaan tidak karuan. Perlu banyak pembenahan, perbaikan dan sebagainya. Dengan misi dan visi Bapak/Ibu tersebut saya salut dan bangga serta berterima kasih. Ternyata masih banyak pahlawan dan calon pahlawan yang akan berjuang demi pembenahan negara, demi peningkatan kesejahteraan rakyat banyak. Sugeng R *** Gaji Ke-13 untuk Pensiunan PNS Akhir-akhir ini gencar berita PNS aktif menerima gaji ke-13, meskipun realisasinya satu daerah dengan daerah lain tidak sama. Dengan kebijakan pemerintah memberikan gaji ke-13 merupakan surprise bagi PNS aktif. Tetapi bagi para pensiunan PNS/TNI/Polri jangan mengharapkan dulu. Beritanya saja tidak pernah muncul. Apakah nantinya pemerintah berbaik hati memberikan pensiun ke-13 bagi para pensiunan tersebut, wallahu alam bisawab, meskipun mereka juga pernah mengabdi kepada pemerintah dengan penuh dedikasi sampai akhir tugasnya. Semoga ada perhatian dari pemerintah, kasihan para pensiunan. Oentoeng Soetjipto *** Imbauan untuk PT Kekancan Mukti Saya mewakili warga Taman Majapahit Estate Semarang mengimbau kepada pihak PT Kekancan Mukti selaku developer agar meninjau kembali: Jalan masuk ke perumahan dan jalan keluar ke Jl Majapahit yang kini sudah tidak layak untuk dilalui kendaraan bermotor/mobil karena rusak/berlubang. Juga kurangnya penerangan lampu jalan masuk ke perumahan. Saya menghargai bila pihak developer segera menindaklanjuti keluhan tersebut sehingga motto 'real estate' di Perumahan Taman Majapahit bisa tetap terjaga. Kristin *** Manajemen Lagu Tidak ada yang membantah bangsa Indonesia saat ini sedang dalam keadaan terpuruk. Berbagai cara sudah dilakukan dari mulai pergantian presiden sampai perubahan kebijaksanaan ekonomi, tetapi belum juga menampakkan hasilnya. Belum lagi masalah sebagian ingin memisahkan diri dari NKRI, kerusuhan antar etnis, tawuran antar pelajar/rnahasiswa dan masyarakat yang menunjukaan tingkat agresivitas yang makin tinggi. Saya ingin memberi saran agar bangsa ini maju, adil dan makmur dan terciptanya rasa persatuan serta menumbuhkan rasa cinta Tanah Air. Saya rnernperkenalkan manajemen lagu yaitu Padamu Negeri ciptaan Kusbini. Simak syairnya: Padamu Negeri kami berjanji Padamu Negeri kami berbakti Padamu Negeri kami mengabdi Bagimu Negeri jiwa raga kami Syair tersebut tidak hanya menggambarkan kecintaan terhadap Tanah Air, tetapi juga menanamkan rasa persatuan bangsa dan mengobarkan semangat untuk membangun negeri. Saya berharap syair tersebut bisa merasuk ke dalam jiwa segenap bangsa Indonesia. Kelompok pertama yang dapat melaksanakan manajemen lagu ini adalah pelajar dan mahasiswa: Mereka setiap hari agar menyanyikan lagu tersebut bersama-sama sebelum pelajaran dirnulai untuk menyuburkan rasa cinta terhadap Tanah Air dan membina persatuan di antara mereka, sekaligus menghilangkan rasa permusuhan. Juga bila jadi pejabat tidak melakukan korupsi. Kelompok kedua , PNS dan pejabat. Mereka melakukan hal sama sebelum bekerja, termasuk anggota DPR/MPR yang akan bersidang untuk mempererat persatuan, menyuburkan rasa cinta Tanah Air dan membentuk mental yang baik. Kelompok ketiga, media radio dan TV. Sebagai media yang paling dekat dengan masyarakat, seyogianya ikut menyosialisasikan lagu tersebut dengan mengudarakan setiap pagi untuk menanamkan semangat persatuan dan rasa cinta terhadap Tanah Air di kalangan masyarakat luas. Kelompok keempat, para atlet pelatnas. Sebelum berlatih melakukan hal sama sehingga bila bertanding berkobar semangatnya. Semoga pejabat di Depdagri meresponsnya. Penghayatan saat menyanyikan Padamu Negeri harus sungguh-sungguh dan jangan pernah merasa bosan. Iksanudin *** Maju Sehat Bersama Maju sehat bersama bila disingkat menjadi "Mahatma". Lembaga seni pernapasan Mahatma didirikan dengan tujuan sehat dan silaturahmi. Sehat sangat mahal harganya. Banyak orang menghabiskan puluhan juta rupiah bahkan ratusan juta rupiah agar sehat dan terbebas dari penyakit. Tidak berlebihan bila dikatakan kesehatan merupakan harta yang tidak ternilai harganya. Dengan tubuh yang sehat dapat bekerja lebih semangat, beribadah lebih khusuk dan hubungan dengan orang lain akan menjadi lebih baik. Mahatma mengajak masyarakat meningkatkan kesehatan dengan mengajarkan 3 kekuatan yaitu jurus, napas dan semangat. Dengan mengolah ketiga kekuatan tersebut oksigen yang dihirup lewat paru-paru lebih banyak, sehingga peredaran darah lancar, membuat kerja jantung makin ringan, zat antibodi diaktifkan, emosi terkendali serta tubuh menjadi segar. Yang berdomisili di sekitar Jl Pahlawan, Jl Erlangga, Jl Sriwijaya, Jl Gergaji dan Kelurahan Pleburan dapat mendaftar gratis di Susi Jl Kusumawardani 37 telp 024 - 8315000 dan Mulyadi Jl Kusumawardani 27 Telp 024 - 8411435 Mulyadi |