| Kamis, 29 April 2004 | NASIONAL |
Aneka WartaDiskusi Sastra Kenang ChairilSOLO- Untuk mengenang penyair besar Indonesia Chairil Anwar, Taman Budaya Jateng di Surakarta (TBS) mengadakan gelar kolosal tiga acara sastra. Pagi ini diselenggarakan diskusi sastra dengan tema ''Sastra; Proses Kreatif dan Sosialisasi'' dengan pembicara antara lain Afrizal Malna, Triyanto Triwikromo, dan Kusprihyanto. Malam nanti pertunjukan baca puisi oleh Afirzal Malna dengan bintang tamu Jarot BD, Agus Mbendol, dan RS Lawu PU. Rabu malam sebelumnya diadakan gelar eksperimentasi sastra dengan judul ''Song of Sang'' (kolaborasi puitik) oleh Kaum Pemimpi.(*) Penegakan Hukum Kacau SEMARANG-Putusan hukum atas Akbar Tandjung (Akbar) yang tersangkut Bulogate II, yaitu dia dinyaatakan bebas, menunjukkan pelaksanaan hukum pidana Indonesia sekarang masih parsial. Di antara penegak hukum tidak ada kesamaan pendekatan hukum dengan mencampuradukkan masalah hukum dan politik. Hal tersebut dikemukakan Prof Dr Loebby Loqman SH MH di sela-sela seminar ''Asas-asas Hukum Pidana Nasional'' yang diselenggarakan Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Kehakiman dan HAM RI bekerja sama dengan FH Universitas Diponegoro di Hotel Ciputra, belum lama ini. Menurut Prof Loebby, kasus putusan hukum Akbar menunjukkan ketidakkonsistenan pengertian hukum yang berkait dengan aspek yuridis dengan politik. ''Masalah hukum pidana harus dilihat dari kasus per kasus, sehingga tidak bisa disamaratakan,'' imbuhnya saat menanggapi imbas putusan terhadap Akbar dengan masa depan hukum pidana Indonesia. (wid-69t) Buruh Tani Bakal Dikurangi BANDUNG- Untuk meningkatkan kesejahteraan petani penggarap lahan pertanian, Deptan berpendapat, jumlah buruh tani yang ada pada saat ini harus dikurangi. "Katakanlah jumlah mereka saat ini 40 juta, dalam perkembangan ke depan harus makin kecil jumlahnya, tapi diharapkan jumlah lahan yang digarap semakin luas," kata Sekjen Departemen Pertanian M Gunawan di Bandung, kemarin. Kenyataan yang ada, lanjutnya, jumlah lahan pertanian yang per kapita dari tahun ke tahun terus menurun ternyata menumbuhkan jumlah buruh tani dalam jumlah besar pada sisi lain. Akibatnya, pembagian lahan garapan menjadi tidak proporsional.(dwi-78j) |