logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 April 2004 PANTURA
Line

Bazar Islami Hidupkan Suasana Alun-alun

SUASANA Alun-alun Kota Tegal sejak awal pekan lalu sedikit berbeda dari hari-hari biasa. Selepas kumandang azan shalat asar, lokasi yang menjadi jantung kota itu dipenuhi pengunjung yang menyerbu 30 stan bazar. Pada hari-hari biasa alun-alun itu hanya dijadikan arena bermain. Namun, sejak menjadi tempat pawai tradisional Maulid Nabi yang digelar Yayasan Syiarul Islam Panggung suasana alun-alun itu cukup semarak.

Sejauh pantauan Suara Merdeka, keramaian itu mirip dengan pasar yang khas islami. Betapa tidak, hampir sebagian besar stan di sana menyediakan barang dagangan berupa suvenir, pakaian muslim, dan keperluan ibadah umat Islam.

Ny Dra Farida, salah seorang panitia yang membuka stan menuturkan, dalam kegiatan yang digelar tiga hari sejak Minggu (25/4) lalu itu dirinya ambil bagian memeriahkan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. ''Kalau tahun kemarin, kami hanya menggelar di sekitar kantor sekretariat Jl KH Muchlas sekarang diperluas di alun-alun. Di luar dugaan kami, pesertanya cukup banyak,'' ujar dia ketika ditemui di lokasi bazar.

Farida mengaku ambil bagian dengan mendirikan stan yang menyediakan aneka suvenir dan keperluan anak-anak sekolah yang islami. Suvenir itu antara lain berupa alat permainan anak-anak, kaligrafi, dan bacaan-bacaan islami. ''Fokus saya dalam bazar ini menyediakan aneka kebutuhan anak-anak sekolah. Yang menarik, harga yang saya tawarkan lebih murah daripaa harga di toko,'' ungkapnya.

Dia menyebutkan, dengan melihat animo masyarakat Tegal dan sekitarnya yang cukup tinggi, kegiatan serupa diharapkan bisa digelar pada tahun mendatang. ''Sebagai umat Islam dan untuk memelihara tradisi yang ditinggalkan para pendahulu kita, saya setuju hari-hari besar Islam itu dimeriahkan.''

Warisan Budaya

Secara terpisah, Wakil Ketua Panitia Nadirin menambahkan, selain bazar, di tempat tersebut juga terdapat panggung untuk pentas grup musik nasyid peserta lomba. ''Ya, tujuan kami menyertakan panggung di area bazar itu bisa menjadi daya tarik pengunjung. Jadi, tidak hanya bazar tapi juga ada hiburan dari grup nasyid dan rebana yang menjadi peserta lomba. Bisa dibilang para peserta yang mengikuti babak penyisihan langsung pentas di panggung juga menjadi hiburan para pengunjung,'' katanya.

Nadirin mengemukakn, perayaan Maulid Nabi yang ditandai dengan bazar, pentas musik nasyid, dan pawai tradisional yang nanti digelar pada puncak kegiatan 1 Mei mendatang itu merupakan warisan budaya islami dari KH Muchlas yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di Kota Tegal. ''Sebagai penerus, kami mengembangkan warisan budaya pawai obor yang pernah diajarkan KH Muchlas sebagai wujud kebersamaan,'' ujarnya. (Dwi Ariadi-17e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA