logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 28 April 2004 OLAHRAGA
Line

Tim Ferrari Tergiur Aksi Jenson Button

LONDON - Aksi pembalap muda Jenson Button ternyata membuat banyak tim Formula 1 (F1) jatuh hati. Bahkan, Ferrari berani menyatakan kemungkinan besar Button yang akan menggantikan Michael ''Schumi'' Schumacher.

Direktur Teknik Ferrari Ross Brawn berasumsi, jika Schumi berhenti dari dunia balap, tim Kuda Jingkrak tak akan kebingungan mencari pengganti. Button adalah kandidat paling tepat untuk Ferrari.

"Suatu hari Michael akan berhenti dan kami harus mencari pengganti terbaiknya. Saya pikir Jenson akan berada dalam daftar kami," ujar Brawn seperti dilansir BBC, kemarin.

Button yang memulai karier F1 pada 2000 ini membuka musim 2004 dengan start bagus. Pembalap asli Inggris ini berhasil tiga kali naik podium dan mengumpulkan skor yang signifikan.

"Saya rasa dia melakukan pekerjaannya dengan sangat fantastis, mengenali sirkuit dan belajar bekerja sama dengan tim. Dalam beberapa tahun, Jenson akan jadi 'properti panas'. Tak diragukan lagi, kualitasnya bakal terus berkembang," imbuh Brawn.

Hingga kini Button berada di urutan ketiga pada klasemen sementara pembalap. Pemuda kelahiran 24 tahun lalu ini mengantongi 23 poin, terpaut 17 angka dari Schumi yang berada di puncak. Sementara tempat kedua diduduki Rubens Barrichello dengan 24 poin.

Ralf Lolos

Dalam pada itu, insiden yang terjadi di lap ke-50 Grand Prix (GP) San Marino, Minggu lalu, antara Ralf Schumacher dan Fernando Alonso tak berpengaruh. Ralf yang dituding sebagai kambing hitam pun lolos dari ancaman sanksi.

Pembalap BMW Williams itu boleh bernapas lega, karena takkan menerima sanksi akibat insiden tersebut. Ketika itu dia melakukan manuver yang terkesan memaksakan diri agar posisinya tak direbut Alonso. Walau Alonso kemudian sudah memantapkan posisinya, adik Schumi itu tetap ngotot. Akibatnya ban depan mobil Ralf menyenggol ban belakang Alonso. Itu membuat FW26 berputar dan selip saat di tikungan. Kesalahan Alonso ataukah Ralf? Semua itu menjadi pertanyaan pada saat dilakukan penyelidikan atas insiden itu.

Namun pada akhirnya pihak F1 memutuskan tak akan ada tindakan untuk kejadian itu. Baik Alonso maupun Ralf sepertinya juga setuju mengenai hal ini. Keduanya sama sekali tak terlalu memikirkan insiden tersebut. (rtr,A7-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA