| Rabu, 28 April 2004 | WACANA |
SURAT PEMBACATanggapan PT KAMenanggapi Surat Pembaca Sdr Teguh Kasnopuro SH tentang petugas peron yang kurang sopan terhadap calon penumpang, kami ucapkan terima kasih informasi dan perhatiannya. Sangat disayangkan kejadian tersebut dan permohonan maaf atas nama PT KA, walau hal tersebut tidak secara langsung menjadi tanggung jawab manajemen. Ada kernungkian unsur ketidaksengajaan dari petugas peron dan untuk itu kami akan berusaha melakukan pembinaan secara bertahap kepada para petugas di lapangan. Soal keterlambatan KA akibat pemeriksaan serentak di atas KA, mohon pengertian dan kebesaran hati para penumpang yang mempunyai tiket dan merasa terganggu. Pemeriksaan yang bersifat temporer tersebut, tujuannya untuk mengantisipasi penumpang tanpa tiket yang pada akhirnya merugikan PT KA dan penumpang lain. Pelayanan yang terbaik bagi konsumen, merupakan prioritas kami dan tidak mengabaikan terutama segi keselamatan. KA mogok, hal yang tidak menyenangkan dan kami pun sebagai provider merasa masalah tersebut mengganggu pelayanan kami. Unsur ketidaksengajaan pasti ada dan bersifat kontemporer pula. Segala masukan dan saran akan memacu kami dalam pelayanan dan kepuasan yang lebih baik. Suprapto *** Waspadai Penipuan Model Simposium Beberapa hari ini rumah saya menerima beberapa surat dari berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta mengenai "Simposium dan Dialog Interaktif Ketenagakerjaan 2004 Regional Jawa Tengah'', perihal menolak atau memberi sponsor/donatur berbentuk uang untuk keperluan simposium tersebut (berkas terlampir). Acara dilaksanakan 29 April 2004 pukul 08.00 WIB di Hotel Patra Jasa Semarang. Saya sampaikan bahwa rumah saya bukan kesekretariatan simposium dan keluarga saya merasa tidak pernah menyelenggarakan acara tersebut. Untuk itu perlu kehati-hatian dalam menyikapi penipuan model baru yang meresahkan itu. Edy Suryawardana *** Sulit, Ambil Uang di Asuransi Astra Saya pemegang polish no 048356 dengan premi sebesar Rp 1.641.800 dan kini memasuki tahun ketiga (premi sudah terbayar). Pada tanggal 26 Februari 2004 s.d 29 Februari 2004 saya diopname di RS Elisabeth Semarang, dengan biaya Rp 2.855.895. Saya mengajukan klairn 18 Maret 2004, ternyata saya terima jawaban dari Astra Jakarta, yang isinya klaim ditolak dan polis dibatalkan dengan alasan saya menderita penyakit darah tinggi selama 10 tahun. Padahal kondisi kesehatan saya selama 10 tahun sebelum opname dalam kaidah sehat dan saya 3 kali seminggu keluar kota. . Sesuai perjanjian di polis saya mendapat santunan perhari/penyakit Rp 100.000 tetapi kenyataannya 0 (nol). Pihak Astra hanya mau mengembalikan Rp l.187.703 premi tahun ketiga dipotong 27,6% dan premi tahun pertama. Premi tahun kedua dianggap hangus/hilang dan sampai sekarang uang tersebut belum terkirim. Muchamil Maminggo *** Kecewa atas Kondisi Jati di Curug Pitu Beberapa waktu lalu Pasma SMU 1 Slawi mengadakan kegiatan alam bebas di Curug Pitu Margasari Kabupaten Tegal yang diikuti alumnus dan angkatan muda. Tetapi kami sangat kecewa sebab sebagian area hutan jati di sana kini menjadi lahan pertanian dan sangat berbeda dengan 2-3 tahun lalu. Kami mengharapkan peran Pemkab dan masyarakat sekitar untuk kelestarian hutan tersebut. Kepada Bapak Agus Riyanto SSos selaku Bupati Tegal mohon lebih peka menanggapi hal tersebut. Anggit Budi Luhur *** PT Angkasa Pura Semarang, Bravo Saya sebagai orang awam yang butuh ketenangan, ketenteraman dari kepenatan yang setiap harinya hidup bersanding dengan kesibukan dan debu polusi Kota Semarang, berterima kasih kepada PT Angkasa Pura Semarang. Mereka menyediakan tempat yang walau tidak begitu luas lahannya tapi "sangat begitu luas artinya bagi kami " yang butuh tempat hiburan murah tapi representatif khususnya bagi anak-anak dalam mengenal kecanggihan teknologi dan kemajuan zaman . Beberapa waktu lalu PT Angkasa Pura menyediakan tempat anjungan bagi para pengunjung yang ingin menjemput/mengantar penumpang yang berada di sebelah timur bangunan induk. Dari tempat para pengunjung/anak-anak dapat menyaksikan pesawat yang take off ataupun landing. Padahal dulunya proses tersebut tidak dapat disaksikan secara menyeluruh. Bahkan saya pernah bertemu dengan anak-anak TK dari Kudus yang jauh-jauh hanya ingin menyaksikan proses tersebut. Sekali lagi terima kasih dan salut. Isdjajanto *** Jl Werkudara Tegal dan Jembatan Kali Ketiwon Kota Tegal yang kini menjadi salah satu kota besar di Indonesia mengalami kemajuan pesat. Hanya disayangkan di balik kemegahannya masih ada salah satu sudut kota yang perlu disempurnakan yaitu perempatan Kejambon. Jl Werkudara di perempatan Kejambon paling sempit jika dibanding Jl Ks Tubun, Jl Sultan Agung dan Jalan Raya Karanganyar. Seharusnya lebar keempat ruas jalan tersebut sama dan sebangun, sehingga pemandangan di perempatan Kejambon kelihatan indah serta lalu lintas menjadi lancar. Pemerintah Kota Tegal harus tanggap dan segera melebarkan Jl Werkudara dan jembatan Kali Ketiwon. Jembatan tersebut paling sempit jika dibanding dua jembatan lain di atas Kali Ketiwon yaitu di Jl Martoloyo dan Jl Hanoman. Kepadatan arus lalu lintas di jembatan Werkudoro (Langon) sangat tinggi, sehingga sudah waktunya diganti baru yang lebih besar, lebar dan kokoh. Hal ini sudah sangat mendesak sesuai arus lalu lintas yang makin padat. Yulia Pudjo Lestari Y *** Urus KTP Perlu SKKB ? Saya ingin menanyakan kepada Bapak Camat Candisari Semarang, apakah betul syarat pengurusan KTP dan KK baru membutuhkan SBKRI dan ganti nama. Saya membaca di surat kabar (15 April 2004), Presiden Megawati mengatakan SBKRI tidak diperlukan asal yang bersangkutan sudah warga negara Indonesia. Adik saya pernah mengajukan surat pindah untuk mendapatkan KTP dan KK baru di Kota Malang juga tidak membutuhkan SBKRI dan ganti nama. Apakah memang tiap kota berbeda persyaratannya. Untuk diketahui nama saya juga kedua orang tua saya di Akte Kelahiran semuanya nama Indonesia. Berdasarkan SK Sekretariat Negara yang ditandatangani Bambang Kesowo, tidak ada lagi SBKRI sebagai bukti kewarganegaraan Indonesia. Atau pernyataan Presiden Megawati tersebut hanya berlaku untuk orang terkenal/pahlawan bangsa seperti Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti. Mohon penjelasannya. Benny Susanto |