| Rabu, 28 April 2004 | NASIONAL |
Kafilah STQ Jateng Carter Pesawat
SEMARANG-Sedikitnya 100 anggota kafilah Seleksi Tilawatil Quran (STQ) dari Jateng siap berangkat ke Provinsi Bengkulu. STQ ke-17 itu akan berlangsung pada 12-18 Juli. Mereka akan mengikuti semua cabang yang dilombakan meliputi tilawah, tahfiz, tafsir bahasa Arab dan Inggris, tartil dan lain-lain. ''Target kami memperbaiki peringkat,'' tutur Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Jateng Drs HM Chabib Thoha MA, Senin malam. Dia mengatakan hal itu ketika melaporkan persiapan kafilah Jateng kepada Gubernur Jateng H Mardiyanto di rumah dinas Puri Gedeh Semarang. Chabib didampingi Ketua LPTQ Drs KH Ahmad Darodji MSi dan Drs H Noor Achmad MA, Kabid Pendidikan Agama pada Masyarakat dan Pemberdayaan Masjid Drs H Marsudi Soekarno, dan Kasi Pendidikan Alquran Drs H Moh Ahyani. Adapun Gubernur didampingi Asisten Bidang Ekbang dan Kesra Ir Sri Hartati MSi dan Kabag Agama H Ateng Chozani Miftah MSi. Dalam menghadapi STQ, Chabib melaporkan, pihaknya telah melakukan persiapan sejak dini. Selain pelatihan juga menyiapkan pelatihan dan dewan hakim. Bahkan, secara khusus Gubernur telah mengutus tujuh orang dari LPTQ untuk meninjau persiapan akomodasi di Bengkulu. ''Mengenai target, kami berusaha memperbaiki peringkat dari STQ ke-16 di NTB dua tahun lalu,'' katanya. STQ sebelumnya Jateng berada di peringkat 5 di bawah NTB, Jabar, DKI, dan Jatim. Carter Pesawat Gubernur Mardiyanto meminta panitia STQ melakukan persiapan kafilah sebaik-baiknya. Untuk transportasi, dia menyarankan sebaiknya kafilah mencarter pesawat dari Semarang seperti saat MTQ Nasional di Palangka Raya. ''Jangan sampai hanya karena ingin ngirit, kemudian qari-qariah kita kecapaian, masuk angin, dan akhirnya tidak prima di panggung tilawah,'' katanya. Semula panitia akan membawa kafilah menuju Bengkulu dari Semarang menggunakan kereta api ke Gambir (Jakarta), kemudian dengan bus menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng. ''Pindah-pindah, angkat barang seperti itu sangat melelahkan. Ya kalau dapat pesawat. Kalau tidak? Sebaiknya carter pesawat saja,'' tegas Gubernur. Selain itu, rombongan akan mengusung replika Masjid Agung Jawa Tengah. Desain masjid kebanggaan masyarakat Jateng itu akan digarap secara khusus oleh tim dari Diskimtaru Jateng. ''Kalau sudah jadi akan dipasang di atas truk untuk ditampilkan pada saat taaruf,'' jelas Gubernur. Replika itu akan diangkut menggunakan mobil khusus jalan darat dari Semarang menuju Bengkulu. (B13-78e) |