| Selasa, 27 April 2004 | SALA |
Beraneka Soto di Warung NasionalWARUNG soto yang satu ini bisa dibilang beda dari yang lain. Sesuai dengan namanya, Warung Soto Nasional, warung ini menyediakan beraneka menu soto khas berbagai daerah, yakni soto madura, soto banjar, dan soto makasar. ''Kami memang ingin menawarkan sesuatu yang lain. Sebab warung soto di Solo selama ini kan umumnya soto sapi atau soto ayam. Di sini pembeli bisa memilih soto madura, soto banjar, atau soto makasar,'' kata Abdul Ghafur Akil, koki warung yang beralamat di Jalan Kebangkitan Nasional 70, tepatnya di sebelah utara Pasar Kabangan Laweyan. Soal rasa, sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Seorang pengunjung yang siang itu datang ke sana, Endang Paryanti, mengungkapkan kepuasannya. ''Bumbunya benar-benar mantap, kerasa banget. Makan di sini rasanya puas sekali,'' kata dia sambil menyantap soto madura. Karyawati sebuah koran lokal di Solo itu mengatakan, soto yang disajikan Warung Nasional memang berbeda dari soto madura di warung lain. ''Daging sapinya banyak, telurnya juga sangat enak. Pas dengan kuahnya yang banyak. Padahal, harganya murah cuma Rp 2.500 per porsi,'' kata dia seraya memuji. Dari Buku Endang juga menceritakan sedapnya rasa soto lain yang tersaji, seperti soto makasar dan soto banjar. ''Soto banjarnya juga enak. Dengan potongan daging ayam serta kuah kental, rasanya pun bertambah mantap. Kalau soto makassar, dagingnya juga banyak. Ada campuran babat dan hati sapi.'' Untuk menu soto banjar, Abdul Ghafur memang mencampur kuahnya dengan kacang yang telah ditumbuk. ''Biar mirip daerah asalnya, kuahnya dibuat kental karena dicampuri kacang,'' kata Abdul. Uniknya, pada warung tersebut pembeli dipersilakan memilih nasi atau ketupat. Penyajiannya pun dipisahkan dari sotonya. Harga yang ditawarkan juga murah, yakni Rp 250 per ketupat. ''Sebenarnya ketupat merupakan menu gandengan soto banjar. Tetapi kami memberikan dua pilihan kepada pembeli. Yang ingin makan soto madura dengan ketupat, tentu akan kami layani,'' katanya. Abdul memang bukan orang Makassar, Madura, dan Banjar. Lantas dari mana dia bisa memasak ketiga jenis soto tersebut. ''Dari buku. Saya hanya membaca resep di buku, ternyata hasilnya tidak mengecewakan. Banyak yang suka dengan masakan saya,'' ujarnya. Bagi Anda penggemar soto, silakan datang. Warung yang selalu terlihat bersih dan higienis ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga malam. (Anie R Rosyidah-17i) |